Home
Login.
Artikelilmiahs
36996
Update
DEVY ANDRIANI
NIM
Judul Artikel
Wakamono Kotoba yang Digunakan Kaum Muda di Jepang (Kajian Morfo-Semantik)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wakamono kotoba yang digunakan oleh kaum muda di Jepang ditinjau dari tataran morfologis dan semantik. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode survei dan observasi dengan instrumen penelitian berupa kuesioner yang memuat pertanyaan terstruktur. Subjek pada penelitian ini adalah penutur asli bahasa Jepang sebanyak 15 orang, dengan rentang usia antara 10 hingga 32 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 buah pembentukan kata yang baku dalam bahasa Jepang, yaitu haseigo sebanyak 1 kata, fukugougo sebanyak 2 kata, toujigo sebanyak 5 kata, serta shouryakugo atau karikomi sebanyak 25 kata. Selain itu, ditemukan pula beberapa kata yang mengalami proses pembentukan tersendiri, dikarenakan sifat wakamono kotoba yang tidak terpaku pada bentuk baku dan kaidah bahasa Jepang yang baik dan benar. Hal ini terkonfirmasi dari hasil analisis data yang menunjukkan adanya perubahan fonem sebanyak 1 buah kata, perubahan bunyi sebanyak 4 buah kata, dan penggunaan bahasa asing sebanyak 3 buah kata. Namun demikian, ditemukan pula wakamono kotoba yang tidak mengalami proses perubahan kata tertentu melainkan hanya mengalami perluasan makna dari makna aslinya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan kata yang paling sering terjadi yaitu shouryakugo. Oleh karena itu, dapat dikatakan kaum muda di Jepang cenderung gemar membuat kata menjadi lebih ringkas baik ketika diucapkan maupun ketika dijadikan sebagai bahasa tulis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT The aims of this study is to describe wakamono kotoba that used by young people in Japan, in terms of morphological and semantic study. The study method used is descriptive qualitative method and the data collection method is using survey and observation methods with research instruments in the form of questionnaires that containing structured questions. The subjects in this study were 15 native speakers of Japanese, with the age range from 10 to 32 years. Based on the results, there are four standard word formations (gokeisei) in Japanese, one word of haseigo, two words of fukugougo, five words of toujigo, and 25 words of shouryakugo or karikomi. In addition, there are also some words that undergo a separate process of formation, due to the nature of wakamono kotoba which is not found in the standard form and correct Japanese language. This is confirmed by the results of the study which showed that there were 1 word of phoneme change, 4 words of sound change, and 3 words by using foreign language. However, it was also found the wakamono kotoba that did not undergo a word change process but only change in its meaning from its original meaning. Based on the results of the study, it can be concluded that the most frequent word formation process is shouryakugo. So it can be said that young people in Japan tend to like to create a word by making the word more concise both when spoken and when used as a written language.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save