Artikel Ilmiah : H1B017057 a.n. DWI IRAWAN

Kembali Update Delete

NIMH1B017057
NamamhsDWI IRAWAN
Judul ArtikelKETAHANAN RAVELLING PADA CAMPURAN COLD MIX ASPHALT CATIONIC
SLOW SETTING (CSS) DENGAN VARIASI BEBAN DAN KECEPATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Banyaknya penggunaan aspal panas berkontribusi dalam peningkatan pemanasan global. Maka dari
itu diperlukannya suatu inovasi penggunaan aspal yang meminimalisir pembakaran. Cold Mix Asphalt atau
Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) merupakan campuran aspal yang memiliki keunggulan yaitu mudah
dalam proses pengolahannya serta lebih ramah lingkungan karena tidak membutuhkan pembakaran. CAED
memiliki stabilitas lebih rendah dibandingkan aspal panas, maka dari itu perlu diadakannya penelitian
ketahanan CAED terhadap kerusakan jalan. Salah satu kerusakan yang paling umum terjadi pada perkerasan
lentur adalah kerusakan ravelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar aspal residu optimum
CAED yang memenuhi spesifikasi dan pengaruh variasi beban dan kecepatan terhadap ketahanan ravelling
pada CAED yang didapat dari nilai abrasi. Metode pengujian yang digunakan adalah Uji Marshall dan Uji
Abrasi dengan menggunakan alat Marshall dan Abrasion test sederhana. Kesimpulan dari hasil pengujian kadar
aspal residu optimum CAED diperoleh kadar aspal sebesar 9,5% yang didapat setelah pengujian Marshall.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kecepatan lebih berpengaruh terhadap kerusakan ravelling jika
dibandingkan dengan peningkatan beban. Rata-rata persentase peningkatan nilai abrasi akibat kenaikan beban
dari 8 kg ke 13 kg sebesar 118% sedangkan rata-rata kenaikan nilai abrasi akibat kenaikan kecepatan dari 30
km/jam ke 50 km/jam dan 50 km/jam ke 80 km/jam sebesar 131%. Pengujian benda uji yang direndam (wet
test) pada suhu 60oC selama 24 jam mengalami peningkatan nilai abrasi jika dibandingkan dengan pengujian
kering (dry test) dengan rata-rata persentase peningkatan sebesar 33%.
Abtrak (Bhs. Inggris)The massive use of hot mix asphalt contributes to increasing global warming. Therefore, innovation is
needed in the use of asphalt to minimize combustion. Cold Mix Asphalt or Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED)
is an asphalt mix that has the advantage of being easier to process and more environmentally friendly because it
doesn't need to be burned. CAED has a lower stability than hot asphalt, so there is a need to study the damage
resistance of CAED to roads. One of the most common defects of flexible pavement is ravelling. This study aimed
to determine the composition of the CAED response specifications and the effect of load and speed variation on
the wear resistance of the CAED obtained from the ravelling value. The test methods used are the Marshall test
and the Marshall instrument wear test and the simple wear test. The conclusion of the CAED composition in this
study meeting the specifications was that the asphalt content of 9,5% was obtained after the Marshall test. The
results of this study indicate that an increase in speed has a greater effect on aircraft damage than an increase in
ravelling. The average percentage increase in wear value due to increase in load from 8 kg to 13 kg was 118%
while the average increase in wear value due to increase in speed from 30 km/h to 50 km/h and 50 km/h to 80
km/h 131% hour. The 24 hour wet test at 60°C showed an increased wear value compared to the dry test, with an
average percentage increase of 33%.
Kata kunciCampuran Aspal Emulsi Dingin, Ravelling, Uji Marshall, Wet test, Dry test
Pembimbing 1Hery Awan Susanto, S.T.,M.T.
Pembimbing 2Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2022-01-03 11:18:59.232696
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.