Artikel Ilmiah : A1D017153 a.n. ZULFA TSANIA YUSUF

Kembali Update Delete

NIMA1D017153
NamamhsZULFA TSANIA YUSUF
Judul ArtikelKAJIAN PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat Var. Merahayani) PADA VARIASI MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui variasi media tanam yang ideal untuk
pertumbuhan hasil modifikasi krisan pot; 2) Mengetahui konsentrasi pupuk daun yang
tepat untuk meningkatkan kualitas hasil modifikasi krisan pot; 3) Mengetahui interaksi
antara variasi media tanam dan konsentrasi pupuk daun yang berbeda terhadap kualitas
hasil modifikasi krisan pot. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangtengah, Kecamatan
Baturraden, pada bulan Januari - Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini
adalah variasi media tanam yang terdiri dari pupuk limbah padat sapi : arang sekam :
humus daun bambu (1:1:1), pupuk limbah padat sapi : arang sekam : cocopeat (1:1:1),
dan pupuk limbah padat sapi : arang sekam : kompos serbuk gergaji kayu (1:1:1), serta
konsentrasi pupuk daun yang terdiri dari perlakuan kontrol (0 g/l); 2 g/l; 4 g/l; dan 6 g/l.
Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter tajuk, diameter batang, jumlah
daun, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, warna bunga, waktu inisiasi,
coloring, dan panen bunga. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila
terdapat keragaman yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada α 5%. Perlakuan
media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : humus daun bambu (1:1:1),
berpengaruh lebih baik pada tinggi tanaman, diameter tajuk, diameter batang, jumlah
cabang, jumlah bunga, diameter bunga, waktu inisiasi bunga, waktu coloring bunga, dan
waktu panen. Pemberian pupuk daun (10-55-10) dengan dosis 6 g/l, 4 g/l, dan 2 g/l
memberikan hasil jumlah bunga lebih tinggi dibanding kontrol. Perlakuan kombinasi
yang terbaik untuk hasil bunga terdapat pada kombinasi antara media tanam pupuk
limbah padat sapi : arang sekam : humus daun bambu (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun
(10-55-10) 4 g/l yang menghasilkan jumlah bunga terbanyak, sedangkan untuk
pertumbuhan terdapat pada kombinasi antara media tanam pupuk limbah padat sapi :
arang sekam : humus daun bambu (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun (10-55-10) 2 g/l;
media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : cocopeat (1:1:1) dan konsentrasi
pupuk daun (10-55-10) 4 g/l; serta media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam :
cocopeat (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun (10-55-10) 6 g/l yang memberikan jumlah
daun terbanyak.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to: 1) determine the ideal variety of planting media for the growth
of potted chrysanthemum modifications; 2) Knowing the right concentration of foliar
fertilizer to improve the quality of the modified potted chrysanthemum; 3) Knowing the
interaction between variations in planting media and different concentrations of foliar
fertilizers on the quality of potted chrysanthemum modifications. This research was
conducted in Karangtengah Village, Baturraden District, in January - August 2021. This
study used a Completely Randomized Block Design with three replications. The treatment
in this study was a variety of planting media consisting of solid cow manure : husk
charcoal: bamboo leaf humus (1:1:1), solid cow manure : husk charcoal: cocopeat
(1:1:1), and solid cow manure : husk charcoal : wood sawdust compost (1:1:1), and
concentration of foliar fertilizer consisting of control treatment (0 g/l); 2 g/l; 4 g/l; and 6
g/l. The variables observed were plant height, crown diameter, stem diameter, number of
leaves, number of branches, number of flowers, flower diameter, flower color, initiation
time, coloring, and flower harvest. The data obtained were analyzed using the F test, if
there was a significant variation, it was continued with the DMRT test at 5%. The
treatment of planting media of solid cow manure: husk charcoal: bamboo leaf humus
(1:1:1), the effect on plant height, crown diameter, stem diameter, number of branches,
number of flowers, flower diameter, flower initiation time, flower coloring time, and
harvest time. The application of foliar fertilizer (10-55-10) with a dose of 6 g/l, 4 g/l, and
2 g/l gave higher flower yields than the control. The best combination treatment for
flower yields was found in the combination of planting media of solid cow manure: husk
charcoal: bamboo leaf humus (1:1:1) and leaf fertilizer concentration (10-55-10) 4 g/l
which resulted in the highest number of flowers, while for the growth better combination
treatments were combination between planting media of solid cow manure : husk
charcoal : bamboo leaf humus (1:1:1) and foliar fertilizer concentration (10-55-10) 2 g/l;
variations of planting media for solid cow manure : husk charcoal: cocopeat (1:1:1) and
foliar fertilizer concentration (10-55-10) 4 g/l; and the combination between planting
media for solid cow manure : husk charcoal: cocopeat (1:1:1) and the concentration of
foliar fertilizer (10-55-10) 6 g/l which gave higher number of leaves.
Kata kunciKrisan, Media Tanam Organik, Pupuk Daun
Pembimbing 1Ir. Slamet Rohadi, S. M.Agr.St
Pembimbing 2Ir. Woyantono, M. Si.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2021-12-31 17:52:01.979891
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.