Home
Login.
Artikelilmiahs
34416
Update
ZULFA TSANIA YUSUF
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ramat Var. Merahayani) PADA VARIASI MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui variasi media tanam yang ideal untuk pertumbuhan hasil modifikasi krisan pot; 2) Mengetahui konsentrasi pupuk daun yang tepat untuk meningkatkan kualitas hasil modifikasi krisan pot; 3) Mengetahui interaksi antara variasi media tanam dan konsentrasi pupuk daun yang berbeda terhadap kualitas hasil modifikasi krisan pot. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, pada bulan Januari - Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah variasi media tanam yang terdiri dari pupuk limbah padat sapi : arang sekam : humus daun bambu (1:1:1), pupuk limbah padat sapi : arang sekam : cocopeat (1:1:1), dan pupuk limbah padat sapi : arang sekam : kompos serbuk gergaji kayu (1:1:1), serta konsentrasi pupuk daun yang terdiri dari perlakuan kontrol (0 g/l); 2 g/l; 4 g/l; dan 6 g/l. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter tajuk, diameter batang, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, warna bunga, waktu inisiasi, coloring, dan panen bunga. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada α 5%. Perlakuan media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : humus daun bambu (1:1:1), berpengaruh lebih baik pada tinggi tanaman, diameter tajuk, diameter batang, jumlah cabang, jumlah bunga, diameter bunga, waktu inisiasi bunga, waktu coloring bunga, dan waktu panen. Pemberian pupuk daun (10-55-10) dengan dosis 6 g/l, 4 g/l, dan 2 g/l memberikan hasil jumlah bunga lebih tinggi dibanding kontrol. Perlakuan kombinasi yang terbaik untuk hasil bunga terdapat pada kombinasi antara media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : humus daun bambu (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun (10-55-10) 4 g/l yang menghasilkan jumlah bunga terbanyak, sedangkan untuk pertumbuhan terdapat pada kombinasi antara media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : humus daun bambu (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun (10-55-10) 2 g/l; media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : cocopeat (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun (10-55-10) 4 g/l; serta media tanam pupuk limbah padat sapi : arang sekam : cocopeat (1:1:1) dan konsentrasi pupuk daun (10-55-10) 6 g/l yang memberikan jumlah daun terbanyak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to: 1) determine the ideal variety of planting media for the growth of potted chrysanthemum modifications; 2) Knowing the right concentration of foliar fertilizer to improve the quality of the modified potted chrysanthemum; 3) Knowing the interaction between variations in planting media and different concentrations of foliar fertilizers on the quality of potted chrysanthemum modifications. This research was conducted in Karangtengah Village, Baturraden District, in January - August 2021. This study used a Completely Randomized Block Design with three replications. The treatment in this study was a variety of planting media consisting of solid cow manure : husk charcoal: bamboo leaf humus (1:1:1), solid cow manure : husk charcoal: cocopeat (1:1:1), and solid cow manure : husk charcoal : wood sawdust compost (1:1:1), and concentration of foliar fertilizer consisting of control treatment (0 g/l); 2 g/l; 4 g/l; and 6 g/l. The variables observed were plant height, crown diameter, stem diameter, number of leaves, number of branches, number of flowers, flower diameter, flower color, initiation time, coloring, and flower harvest. The data obtained were analyzed using the F test, if there was a significant variation, it was continued with the DMRT test at 5%. The treatment of planting media of solid cow manure: husk charcoal: bamboo leaf humus (1:1:1), the effect on plant height, crown diameter, stem diameter, number of branches, number of flowers, flower diameter, flower initiation time, flower coloring time, and harvest time. The application of foliar fertilizer (10-55-10) with a dose of 6 g/l, 4 g/l, and 2 g/l gave higher flower yields than the control. The best combination treatment for flower yields was found in the combination of planting media of solid cow manure: husk charcoal: bamboo leaf humus (1:1:1) and leaf fertilizer concentration (10-55-10) 4 g/l which resulted in the highest number of flowers, while for the growth better combination treatments were combination between planting media of solid cow manure : husk charcoal : bamboo leaf humus (1:1:1) and foliar fertilizer concentration (10-55-10) 2 g/l; variations of planting media for solid cow manure : husk charcoal: cocopeat (1:1:1) and foliar fertilizer concentration (10-55-10) 4 g/l; and the combination between planting media for solid cow manure : husk charcoal: cocopeat (1:1:1) and the concentration of foliar fertilizer (10-55-10) 6 g/l which gave higher number of leaves.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save