Artikel Ilmiah : A1F017010 a.n. SOPI NUR PAIDAH

Kembali Update Delete

NIMA1F017010
NamamhsSOPI NUR PAIDAH
Judul ArtikelPENGARUH VARIASI pH DAN SUHU EKSTRAKSI BIJI KESUMBA (Bixa
orellanna. L) SEBAGAI PEWARNA DAN ANTIMIKROBA Escherichia coli
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam yang
potensial, akan tetapi kurangnya upaya dalam pemanfaatan kekayaan alam tersebut
mengakibatkan banyak tanaman yang sebenarnya memiliki potensi menjadi terabaikan. Salah
satunya adalah tanaman kesumba yang merupakan tamanan yang jarang di ketahui oleh
masyarakat umum namun memiliki potensi sebagai pewarna alami. Biji kesumba (Bixa
orellana L) mengandung karotenoid yang dapat digunakan sebagai pewarna alami yang aman.
Selain itu juga biji kesumba mempunyai fungsi lain yaitu sebagai antimikroba. Penelitian ini
bertujuan untuk 1) Mengetahui potensi ekstrak kesumba sebagai pewarna alami dengan
perbedaan suhu ekstraksi dan pH pelarut. 2) Mengetahui potensi ekstrak kesumba sebagai
antimikroba (Escherichia coli) dengan perbedaan suhu ekstraksi dan pH pelarut. Rancangan
percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor
yang diamati meliputi pH pelarut terdiri dari 4, 7 dan 9. Suhu ekstraksi terdiri dari 70˚C, 80˚C
dan 90˚C. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Two Way ANOVA dengan tingkat
kepercayaan 95%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan
dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5%.
Potensi warna ekstrak diukur menggunakan kamus Munsell colour chart terhadap hue,
value dan chrome. Potensi ekstrak sebagai antimikrobai diuji dengan melihat kemampuannya
dalam menghambat bakteri patogen menggunakan metode sumuran untuk mengukur clear
zone. Mikroba uji yang digunakan adalah Eschericia coli (Bakteri Gram negatif). Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan pH pelarut menyebabkan semakin rendah tingkat
kecerahan pada warna ekstrak biji kesumba. Perlakuan pH 4 menghasilkan warna ekstrak biji
kesumba dengan tingkat kecerahan yang paling tinggi dan memiliki aktivitas antimikroba
paling besar dengan kategori penghambatan sedang. Peningkatan suhu ekstraksi menyebabkan
semakin tinggi tingkat kemerahan, dan tingkat penghambatan yang semakin besar. Perlakuan
terbaik ekstrak biji kesumba terdapat pada perlakuan P1S3. Hasil perlakuan tersebut meliputi
hue, value, chrome 6,67 YR ; 5,7; 10 dan diameter clear zone terbaik sebesar 7,00 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia is a country that has a wealth of potential natural resources, but the lack of
effort in utilizing these natural resources has resulted in many plants that actually have
neglected potential. One of them is the kesumba plant which is a plant that is rarely known by
the general public but has the potential as a natural dye. Kesumba seeds (Bixa orellana L)
contain carotenoids that can be used as safe natural dyes. In addition, kesumba seeds have
another function, namely as an antimicrobial. This study aims to 1) determine the potency of
coriander extract as a natural dye with different extraction temperatures and solvent pH. 2)
Knowing the potency of kesumba extract as an antimicrobial (Escherichia coli) with
differences in extraction temperature and solvent pH. The experimental design used in this
study was a randomized block design. The observed factors included the pH of the solvent
which consisted of 4, 7 and 9. The extraction temperature consisted of 70˚C, 80˚C and 90˚C.
Data analysis used Two Way ANOVA analysis with 95% confidence level. If the results of the
analysis show a significant effect, then proceed with the DMRT (Duncan Multiple Range Test)
test with a level of 5%.
The color potency of the extracts was measured using the Munsell color chart
dictionary for hue, value and chrome. The potential of the extract as an antimicrobial was
tested by looking at its ability to inhibit pathogenic bacteria using the well method to measure
the clear zone. The test microbe used was Eschericia coli (Gram negative bacteria). The results
showed that increasing the pH of the solvent caused the color brightness of the coriander seed
extract to be lower. The pH 4 treatment resulted in the color of coriander seed extract with the
highest brightness level and the greatest antimicrobial activity in the medium inhibition
category. Increasing the extraction temperature causes a higher degree of redness, and a
higher degree of inhibition. The best cassava seed extract treatment was in the P1S3 treatment.
The results of the treatment include hue, value, chrome 6.67 YR ; 5.7; 10 and the best clear
zone diameter is 7.00 mm.
Kata kuncibiji kesumba, pewarna, antimikroba
Pembimbing 1Dr. Isti Handayani, S.TP. M.P
Pembimbing 2Dr. Pepita Haryanti, S.TP, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2021-07-14 06:37:03.041829
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.