Home
Login.
Artikelilmiahs
32447
Update
SOPI NUR PAIDAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH VARIASI pH DAN SUHU EKSTRAKSI BIJI KESUMBA (Bixa orellanna. L) SEBAGAI PEWARNA DAN ANTIMIKROBA Escherichia coli
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia merupakan negara yang mempunyai kekayaan sumber daya alam yang potensial, akan tetapi kurangnya upaya dalam pemanfaatan kekayaan alam tersebut mengakibatkan banyak tanaman yang sebenarnya memiliki potensi menjadi terabaikan. Salah satunya adalah tanaman kesumba yang merupakan tamanan yang jarang di ketahui oleh masyarakat umum namun memiliki potensi sebagai pewarna alami. Biji kesumba (Bixa orellana L) mengandung karotenoid yang dapat digunakan sebagai pewarna alami yang aman. Selain itu juga biji kesumba mempunyai fungsi lain yaitu sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui potensi ekstrak kesumba sebagai pewarna alami dengan perbedaan suhu ekstraksi dan pH pelarut. 2) Mengetahui potensi ekstrak kesumba sebagai antimikroba (Escherichia coli) dengan perbedaan suhu ekstraksi dan pH pelarut. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang diamati meliputi pH pelarut terdiri dari 4, 7 dan 9. Suhu ekstraksi terdiri dari 70˚C, 80˚C dan 90˚C. Data dianalisis dengan menggunakan analisis Two Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5%. Potensi warna ekstrak diukur menggunakan kamus Munsell colour chart terhadap hue, value dan chrome. Potensi ekstrak sebagai antimikrobai diuji dengan melihat kemampuannya dalam menghambat bakteri patogen menggunakan metode sumuran untuk mengukur clear zone. Mikroba uji yang digunakan adalah Eschericia coli (Bakteri Gram negatif). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pH pelarut menyebabkan semakin rendah tingkat kecerahan pada warna ekstrak biji kesumba. Perlakuan pH 4 menghasilkan warna ekstrak biji kesumba dengan tingkat kecerahan yang paling tinggi dan memiliki aktivitas antimikroba paling besar dengan kategori penghambatan sedang. Peningkatan suhu ekstraksi menyebabkan semakin tinggi tingkat kemerahan, dan tingkat penghambatan yang semakin besar. Perlakuan terbaik ekstrak biji kesumba terdapat pada perlakuan P1S3. Hasil perlakuan tersebut meliputi hue, value, chrome 6,67 YR ; 5,7; 10 dan diameter clear zone terbaik sebesar 7,00 mm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia is a country that has a wealth of potential natural resources, but the lack of effort in utilizing these natural resources has resulted in many plants that actually have neglected potential. One of them is the kesumba plant which is a plant that is rarely known by the general public but has the potential as a natural dye. Kesumba seeds (Bixa orellana L) contain carotenoids that can be used as safe natural dyes. In addition, kesumba seeds have another function, namely as an antimicrobial. This study aims to 1) determine the potency of coriander extract as a natural dye with different extraction temperatures and solvent pH. 2) Knowing the potency of kesumba extract as an antimicrobial (Escherichia coli) with differences in extraction temperature and solvent pH. The experimental design used in this study was a randomized block design. The observed factors included the pH of the solvent which consisted of 4, 7 and 9. The extraction temperature consisted of 70˚C, 80˚C and 90˚C. Data analysis used Two Way ANOVA analysis with 95% confidence level. If the results of the analysis show a significant effect, then proceed with the DMRT (Duncan Multiple Range Test) test with a level of 5%. The color potency of the extracts was measured using the Munsell color chart dictionary for hue, value and chrome. The potential of the extract as an antimicrobial was tested by looking at its ability to inhibit pathogenic bacteria using the well method to measure the clear zone. The test microbe used was Eschericia coli (Gram negative bacteria). The results showed that increasing the pH of the solvent caused the color brightness of the coriander seed extract to be lower. The pH 4 treatment resulted in the color of coriander seed extract with the highest brightness level and the greatest antimicrobial activity in the medium inhibition category. Increasing the extraction temperature causes a higher degree of redness, and a higher degree of inhibition. The best cassava seed extract treatment was in the P1S3 treatment. The results of the treatment include hue, value, chrome 6.67 YR ; 5.7; 10 and the best clear zone diameter is 7.00 mm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save