Home
Login.
Artikelilmiahs
54909
Update
MUHAMAD RIVALDI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DENGAN KRISIS IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BATURRADEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Pada masa remaja, individu mulai membentuk identitas diri sebagai bagian dari tugas perkembangan. Kegagalan dalam pembentukan identitas diri yang optimal dapat menyebabkan krisis identitas diri. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kemampuan ini adalah keterlibatan ayah dalam pengasuhan. Namun, keterlibatan ayah dalam pengasuhan di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan krisis identitas diri pada remaja di sekolah menengah atas (SMA). Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 204 siswa SMA Negeri 1 Baturraden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Father Involvement dan Skala Krisis Identitas Diri. Analisis data dilakukan secara univariat kemudian untuk bivariat menggunakan uji Somers' d. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan krisis identitas diri remaja di SMA (p-value = 0,002) dengan kekuatan hubungan lemah ke arah negatif (somers’ d = -0,202). Tingkat keterlibatan ayah dalam pengasuhan mayoritas berada pada kategori sedang (70,1%), sedangkan tingkat krisis identitas diri remaja mayoritas juga berada pada kategori sedang (66,2%). Kesimpulan : Semakin tinggi keterlibatan ayah dalam pengasuhan, maka semakin rendah kecenderungan remaja mengalami krisis identitas diri di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Adolescence is a developmental stage during which individuals begin to establish their identity as part of their developmental tasks. Failure to develop a well established identity may lead to an identity crisis. One of the factors that may influence this process is father involvement in parenting. However, father involvement in parenting in Indonesia remains relatively low. Therefore, this study aimed to examine the relationship between father involvement in parenting with identity crisis among adolescent in senior high schools. Methodology: This study employed a quantitative correlational design with a cross sectional approach. The sample consisted of 204 students from SMA Negeri 1 Baturraden, selected using a convenience sampling technique. The instruments used were the Father Involvement Scale and the Identity Crisis Scale. Data were analyzed using univariate analysis, while the relationship between variables was examined using Somers' d test. Results: The results showed a statistically significant relationship between father involvement in parenting and identity crisis among senior high school adolescents (p-value = 0.002), with a weak negative correlation (Somers' d = −0.202). Most respondents had a moderate level of father involvement in parenting (70.1%), while the majority also experienced a moderate level of identity crisis (66.2%). Conclusion: The higher the level of father involvement in parenting, the lower the level of identity crisis among senior high school adolescents.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save