Home
Login.
Artikelilmiahs
52185
Update
NUR ANJUMI ZUHRIYAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PARAMETER IMT DAN TEKANAN DARAH TERHADAP KUALITAS CITRA CT ANGIOGRAFI KEPALA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penyakit pembuluh darah area kepala seperti stroke menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan disabilitas dan kematian di Indonesia, sehingga diperlukan metode pencitraan yang akurat untuk mendukung tindakan medis. CT angiografi kepala merupakan alat penting bagi dokter untuk mengetahui penyumbatan, pendarahan, dan kelainan pada pembuluh darah dan jaringan organ di kepala. Namun kualitas citra dipengaruhi beberapa parameter seperti indeks massa tubuh (IMT), dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas citra terbaik untuk menentukan pengaruh dari parameter fisik dan fisiologis dengan mempertimbangkan parameter teknis. Analisis kualitas citra CT angiografi kepala dilakukan pada software IndoQCT. Data diperoleh dari 30 pasien dengan pemeriksaan CT angiografi kepala dengan kasus stroke dan aneurisma di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Parameter kualitas citra dievaluasi berdasarkan nilai modulation transfer function (MTF) dan contrast-to-noise ratio (CNR). Pemeriksaan CT angiografi kepala dilakukan sesuai standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, yang menghasilkan citra berupa visualisasi pembuluh darah kepala, termasuk ganbaran klasifikasi atau penyumbatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai MTF dan CNR tertinggi diperoleh pada pasien 12 dan 2. Sedangkan nilai terendah terdapat pada pasien 26 dan 24. Seluruh nilai yang diperoleh masih memenuhi standar BAPETEN yaitu ≥ 0,5 Lp/mm untuk MTF dan ≥ 1 CNR, sehingga masih dikategorikan baik. Peningkatan nilai tegangan dan tekanan darah cenderung menaikan nilai MTF dan CNR, sedangkan peningkatan IMT memberikan pengaruh sebaliknya. Parameter tersebut berkontribusi dalam perubahan densitas dan klasifikasi pada pembuluh darah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cerebrovascular diseases such as stroke are one of the main causes of disability and death in Indonesia, requiring accurate imaging methods to support medical treatment. Head CT angiography is an important tool for doctors to detect blockages, bleeding, and abnormalities in the blood vessels and organ tissues in the head. However, image quality is affected by several parameters such as body mass index (BMI) and blood pressure. This study aims to analyze the best image quality to determine the influence of physical and physiological parameters while considering technical parameters. Image quality analysis was performed using IndoQCT software. Data were obtained from 30 patients who underwent head CT angiography for stroke and aneurysm at Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital. Image quality parameters were evaluated based on modulation transfer function (MTF) and contrast-to-noise ratio (CNR) values. Head CT angiography examinations were performed in accordance with the standard operating procedures (SOP) applicable at Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional General Hospital, which produced images in the form of visualizations of the blood vessels in the head, including images of classification or blockages. The analysis results showed that the highest MTF and CNR values were obtained in patients 12 and 2, while the lowest values were found in patients 26 and 24. All values obtained still meet BAPETEN standards, namely ≥0.5 Lp/mm for MTF and ≥1 CNR, so they are still categorized as good. Increases in voltage and blood pressure tend to increase MTF and CNR values, while increases in IMT have the opposite effect. These parameters contribute to changes in density and classification in blood vessels.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save