Home
Login.
Artikelilmiahs
50188
Update
NAFISA NURUL PRANESTI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PETANI GULA KELAPA KRISTAL KECAMATAN CILONGOK TERHADAP KEMITRAAN USAHA DENGAN CV PERMATA SATRIA, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri gula kelapa di Indonesia merupakan salah satu sektor unggulan dalam industri pangan serta salah satu penghasil gula kelapa terbesar di dunia. Kabupaten Banyumas merupakan daerah sentral tanaman kelapa dan salah satu penghasil gula kelapa yang sangat potensial di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Salah satu perusahaan kemitraan pengolahan dan ekspor gula kelapa yang terkenal di Kabupaten Banyumas yaitu CV Permata Satria. Pola kemitraan Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA) antara perusahaan dengan petani mitra gula kelapa merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri gula kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui karakteristik petani CV Permata Satria. 2) Mengetahui pelaksanaan kemitraan yang terjalin antara petani gula kelapa dengan CV Permata Satria. 3) Mengetahui tingkat kepuasan petani gula kelapa terhadap program kemitraan CV Permata Satria. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode studi kasus. Metode studi kasus merupakan deskripsi mendalam dan analisis fenomena atau unit sosial tertentu yang dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena tersebut. Lokasi penelitian di CV Permata Satria Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei sampai Juni tahun 2025 dengan sasaran petani gula kelapa yang terdaftar sebagai petani mitra di CV Permata Satria. Perhitungan sampel menggunakan teknik simple random samping diperoleh sampel sebanyak 60 orang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, kuisioner, observasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani mitra CV Permata Satria umumnya laki-laki dengan rentang usia 40 tahun sampai 60 tahun yang tersebar di lima desa, yaitu Desa Sokawera, Kasegeran, Jingkang, Pageragi, dan Batuanten dengan kepemilikan lahan petani mitra umumnya menggunakan lahan sendiri, dan dapat memproduksi gula kelapa mencapai 5.110 kg per tahunnya. (2) CV Permata Satria menerapkan sistem kemitraan Pola Kerjasama Operasional Agribisnis (KOA), seperti memberikan sosialiasi, memberikan bantuan sarana produksi, dan menjamin kebutuhan pasar petani gula kelapa meski penyalurannya terkendala dominasi pengepul. (3) Hasil tingkat kesesuaian antara kinerja dengan harapan petani gula kelapa terhadap kemitraan CV Permata Satria sebesar 83 persen dimana terdapat beberapa atribut yang belum sesuai, sehingga harus diperbaiki yaitu menetapkan harga jual, pendamping mudah dihubungi ketika dibutuhkan, dan memberikan fasilitas asuransi ketenagakerjaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Indonesian sugar industry is one of the world's leading sectors in the food industry, and it is one of the world's largest producer of coconut sugar. Banyumas are a center of the coconut plant and one of the most promising producers of coconut sugar in Indonesia, especially in Central Java. One of the most famous companies of the processing and export of coconut sugar in Banyumas is CV Permata Satria. The partnership system in agribusiness operating cooperation (koa) between companies and the farmers' coconut sugar partners is one of the strategies for increasing productivity, efficiency, and competitions in the coconut sugar industry. The purpose of this research is to 1) find out the character of the farmer's CV Permata Satria. 2) knowing about the whereabouts of an effective partnership between sugar farmer and CV Permata Satria. 3) knowing the level of coconut sugar farmers' satisfaction with the partnership program. The method of research used was the method of case studies. Case study methods provide a detailed description and analysis of specific phenomena or social units performed to gain a deeper understanding of the phenomenon. The research location is at CV Permata Satria in Sumbang District, Banyumas Regency. The research was conducted from May to June 2025 with the target of a sugar farmer listed as partner on CV Permata Satria. The sample calculation using simple random sampling technique resulted in 60 respondents. Data collection was carried out using interview methods, questionnaires, observations, and literature studies. The data analysis used includes the Importance Performance Analysis (IPA), and descriptive analysis. The research results show that: (1) The characteristics of farmers partner’s CV Permata Satria is generally male in the span of 40 to 60 years spread across five villages, that is, the Sokawera village, Kasegeran village, Jingkang village, Pageragi village, and Batuanten village with farmers' land possessions commonly use their own land, and can produce coconut sugar as high as 5,110 kg in a years. (2) CV Permata Satria implemented a partnership system in agribusiness operating cooperation (koa), such as socializing, providing production assistance, and guaranteeing the needs of the coconut sugar farmers' market although the distribution dominated by caulk (3) The results of the level of performance between the coconut sugar farmer’s expectations with the partnership of CV Permata Satria is 83 percent with several attributes which have yet to be relevant, so that they should improve the selling price, companionship is easy to contact when needed, and employment insurance facilities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save