Home
Login.
Artikelilmiahs
49431
Update
FIRHATIN MARDIYANA
NIM
Judul Artikel
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Desa Ledug Kecamatan Kembaran
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Hingga saat ini tingkat kepatuhan pengobatan TB masih rendah, hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah faktor eksternal yaitu adanya Pengawas Minum Obat (PMO). PMO merupakan salah satu pihak yang terlibat dalam strategi DOTS yang memiliki tugas utama untuk mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga sembuh. Dalam menjalankan perannya, PMO harus memiliki pengetahuan dan sikap yang baik agar dapat mendorong pasien untuk meningkatkan kepatuhan pengobatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap PMO dengan kepatuhan minum obat pasien TB di Desa Ledug Kecamatan Kembaran. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross- sectional. Sampel penelitian berjumlah 37 PMO yang diambil menggunakan metode total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan kepatuhan. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan mayoritas PMO memiliki pengetahuan baik (62,16%) dan sikap baik (70,27%). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas PMO memiliki pengetahuan baik (62,16%) dan sikap baik (70,27%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan PMO dengan kepatuhan pasien TB (p=0,027) serta antara sikap PMO dengan kepatuhan pasien TB (p=0,018). Luaran penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan sikap PMO berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB, yang diharapkan dapat mendukung keberhasilan terapi tuberkulosis dan mencegah terjadinya resistensi obat di masa mendatang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Currently, treatment adherence among TB patients remains low, influenced by many factors, one of which is the external factor of having a Treatment Supervisor (PMO). PMOs are part of the DOTS strategy with the main task of assisting patients to complete their treatment until recovery. In carrying out their roles, PMOs need to have good knowledge and attitudes to encourage patients to improve their treatment adherence. This study aimed to determine the relationship between PMOs’ knowledge and attitudes and the medication adherence of TB patients in Ledug Village, Kembaran Subdistrict. This research used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach involving 37 PMOs selected using total sampling according to inclusion and exclusion criteria. The research instruments were knowledge, attitude, and adherence questionnaires, and the data were analyzed using Fisher’s Exact test with a significance level of p<0.05. The results showed that most PMOs had good knowledge (62.16%) and good attitudes (70.27%). There was a significant relationship between PMOs’ knowledge and patients’ adherence (p=0.027) as well as between PMOs’ attitudes and patients’ adherence (p=0.018). The findings of this study indicate that improving PMOs’ knowledge and attitudes plays an important role in enhancing TB patients’ treatment adherence, which is expected to support the success of tuberculosis therapy and prevent drug resistance in the future.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save