Home
Login.
Artikelilmiahs
49272
Update
AULIA RIZKILLAH
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI Saccharomyces cerevisiae DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL KULIT PISANG KEPOK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis serta dampaknya yang merusak lingkungan mendorong pencarian sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bioetanol merupakan salah satu solusi yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan organik, termasuk limbah kulit pisang kepok yang mengandung gula dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji pengaruh variasi konsentrasi Saccharomyces cerevisiae terhadap produksi bioetanol dari kulit pisang kepok, 2) mengkaji pengaruh lama fermentasi terhadap produksi bioetanol dari kulit pisang kepok, serta 3) menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan kadar bioetanol tertinggi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi Saccharomyces cerevisiae (2%, 4%, dan 6% b/v) dan lama fermentasi (3, 5, dan 7 hari), masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati meliputi kadar bioetanol, kadar gula reduksi setelah fermentasi, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan konsentrasi Saccharomyces cerevisiae sebesar 6% b/v dan lama fermentasi selama 5 hari menghasilkan kadar bioetanol tertinggi dengan nilai rerata sebesar 5,530% v/v. Hasil ini menunjukkan potensi pemanfaatan kulit pisang kepok sebagai bahan baku alternatif untuk produksi bioetanol secara efisien.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The dependence on dwindling fossil fuels and its damaging environmental impact drives the search for alternative energy sources that are more environmentally friendly and sustainable. Bioethanol is one of the solutions that can be produced from organic materials, including the waste of kepok banana peels that contain sugar and have not been optimally utilized. This research aims to: 1) examine the effect of variations in Saccharomyces cerevisiae concentration on bioethanol production from kepok banana peels, 2) assess the effect of fermentation duration on bioethanol production from kepok banana peels, and 3) determine the treatment combination that yields the highest bioethanol content. The research was conducted experimentally using a Factorial Completely Randomized Design with two factors, namely the concentration of Saccharomyces cerevisiae (2%, 4%, and 6% w/v) and fermentation duration (3, 5, and 7 days), with each treatment repeated three times. The observed variables include bioethanol content, reducing sugar content after fermentation, and yield. The results of the study showed that the combination of a treatment with a concentration of Saccharomyces cerevisiae of 6% b/v and a fermentation period of 5 days resulted in the highest bioethanol content with an average value of 5.530% v/v. These results indicate the potential use of banana peel as an alternative raw material for efficient bioethanol production.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save