Home
Login.
Artikelilmiahs
47243
Update
LISA WIDIYANA
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengangguran merupakan salah satu tantangan serius yang dialami oleh semua negara, tak terkecuali Indonesia sebagai negara berkembang. Beberapa kota atau kabupaten di setiap provinsi memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat provinsi dan Indonesia, salah satunya adalah Kabupaten Banyumas. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh indeks pembangunan manusia, produk domestik regional bruto, upah minimum kabupaten dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Model yang digunakan adalah model analisis runtun waktu (time series) dengan data yang digunakan adalah data pada tahun 2004 - 2023. Teknik pengolahan data time series dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews 10. Hasil penelitian ini menunjukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) berpengaruh negatif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas dan investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Banyumas. Implikasi pada penelitian ini yaitu Kebijakan yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja yaitu pertumbuhan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas hidup, peningkatan produktivitas dan kebijakan upah. Selain itu, kebijakan untuk investasi yaitu penciptaan iklim investasi yang kondusif, pengembangan UMKM dan peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Unemployment is one of the serious challenges experienced by all countries, including Indonesia as a developing country. Some cities or regencies in each province have unemployment rates that are higher than the provincial and Indonesian levels, one of which is Banyumas Regency. Therefore, the purpose of this study is to determine the effect of human development index, gross regional domestic product, regency minimum wage and investment on labour absorption in Banyumas Regency. This research uses secondary data from the Central Statistics Agency. The model uses is a time series analysis model with the data used is data in 2004 - 2023. The time series data processing technique in this study uses the help of Eviews 10 software. The result of this study shows that human development index has a positive and significant effect on labour absorption in banyumas regency. Gross regional domestic product and regency minimum wage have a negative and significant effect on labour absorption in banyumas regency. Lastly, investment has a positive but insignificant effect on labour absorption in banyumas regency. The implication of this research is that policies that can be considered by the Banyumas Regency government to increase labour absorption are inclusive economic growth, quality of life improvement, productivity improvement and wage policy. In addition, policies for investment are creating a conducive investment climate, developing MSMEs and increasing labour productivity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save