Home
Login.
Artikelilmiahs
45971
Update
FIRDA NUR FAJRIYAH
NIM
Judul Artikel
PENGENDALIANN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA BAWANG MERAH DENGAN NANOSUSPENSI Bacillus sp. Bm2-KITOSAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanosuspensi Bacillus sp. Bm2-kitosan yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri oleh Xanthomonas axonopodis pada bawang merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan screenhouse di Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret 2024 sampai Juli 2024. Tahap awal pada penelitian ini yaitu tahap penyiapan bakteri X. axonopodis, dilanjutkan dengan tahap pembuatan nanosuspensi Bacillus sp. Bm2-kitosan dan pengujian nanosuspensi, tahap budidaya bawang merah, tahap perlakuan, inokulasi serta pengamatan dan evaluasi. Variabel yang diamati adalah karakterisasi nanosuspensi, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC, dan evaluasi ketahanan secara struktural dan biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanosuspensi Bacillus sp. Bm2-kitosan yang telah dibuat memiliki karakteristik warna yang bening, agak kental, dan tidak memiliki endapan. Aplikasi nanosuspensi Bacillus sp. Bm2-kitosan mampu mengendalikan penyakit hawar daun bakteri dengan efektifitas sebesar 50,18 %. Aplikasi nanosuspensi Bacillus sp. Bm2-kitosan menunjukkan respon ketahanan tanaman bawang merah terhadap penyakit hawar daun bakteri pada variabel ketahanan struktural.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to create a Bacillus sp. Bm2-chitosan nanosuspension that can be used to control bacterial leaf blight caused by Xanthomonas axonopodis in shallots. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and in a screenhouse in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The study was carried out from March 2024 to July 2024. The initial stages of the research included the preparation of X. axonopodis bacteria, followed by the creation and testing of the Bacillus sp. Bm2-chitosan nanosuspension, shallot cultivation, treatment, inoculation, observation, and evaluation. The variables observed were nanosuspension characterization, incubation period, disease intensity, infection rate, AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), and structural and biochemical resistance evaluation. The results showed that the created Bacillus sp. Bm2-chitosan nanosuspension had clear, slightly viscous characteristics with no sediment. The application of the Bacillus sp. Bm2-chitosan nanosuspension effectively controlled bacterial leaf blight with an efficacy of 50.18%. The application also demonstrated structural resistance responses in shallots against bacterial leaf blight.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save