Home
Login.
Artikelilmiahs
43389
Update
NADIFA PADANTYA RAIHANAH
NIM
Judul Artikel
PENERAPAN SANKSI PIDANA PENJARA BAGI ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENGEROYOKAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (Studi Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penjatuhan pidana khususnya pidana penjara bagi anak dan orang dewasa berbeda. Pemidanaan pada anak lebih mengutamakan kepada pembinaan serta edukasi untuk anak. Sebagai contohnya adalah pada Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme yang mengadili tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan kematian dengan 2 orang anak sebagai terdakwa yang dijatuhi pidana penjaraselama 3 tahun. Hal ini tentu belum sesuai dengan prespektif perlindungan anak yang menjadikan pidana penjara sebagai upaya terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan sanksi pidana penjara bagi anak sebagai pelaku tindak pidana pengeroyokan pada Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme berdasarkan perspektif perlindungan anak dan mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana penjara bagi pelaku tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan kematian pada perkara Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berkesimpulan bahwa penerapan sanksi pidana penjara pada putusan tersebut belum memenuhi perspektif perlindungan anak karena hakim belum mempertimbangkan latar belakang para anak pelaku melakukan tindak pidana pengeroyokan sehingga belum memenuhi asas kepentingan terbaik bagi Anak dan belum mempertimbangkan hasil laporan penelitian kemasyarakatan, hakim lebih condong kepada penjatuhan pidana penjara sebagai sarana penjeraan, bukan sebagai pembinaan dan edukasi. Putusan tersebut hakim juga belum mempertimbangkan berat ringannya perbuatan yang dilakukan para anak pelaku dan adanya victim precipitation pada bagian hal yang meringankan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Criminal punishment, especially imprisonment between children and adults, is different. Punishment for children prioritizes coaching and education for children. For example, in Conviction Number 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme which prosecuted the crime of mobbing causing death with 2 children as defendants sentenced to imprisonment for 3 years. This is certainly not in accordance with the perspective of child protection which makes imprisonment a last resort. This study aims to find out how the application of imprisonment sanctions for children as perpetrators of mobbing crimes in Conviction Number 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme based on the perspective of child protection and knowing the judge's legal considerations in imposing prison sanctions for perpetrators of mobbing crimes that cause death in the case of Conviction Number 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mme. This study uses a normative juridical approach, with analytical descriptive specifications. The data source used is secondary data. Data is presented in the form of narrative text. The data analysis method used is qualitative descriptive method. The results of the study concluded that the application of imprisonment sanctions in the verdict did not meet the perspective of child protection because the judge had not considered the background of the child perpetrators committing the crime of mobbing so that it did not meet the principle of best interests for children and had not considered the results of community research reports, judges were more inclined to imprisonment as a means of imprisonment, not as guidance and education. The judge's decision also has not considered the severity of the actions committed by the perpetrators' children and the existence of victim precipitation in the mitigating part.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save