Home
Login.
Artikelilmiahs
42067
Update
FATMAH SRI ULANDARI
NIM
Judul Artikel
Sistem Sosial Ekologi Masyarakat Silvofishery Strudi Kasus: Segara Anakan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Sistem Sosial Ekologi Masyarakat Silvofishery Studi Kasus: Segara Anakan. Segara Anakan merupakan sebuah Laguna yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Sistem sosial-ekologi merupakan jalinan sistem-sistem adaptif yang kompleks antara unsur sosial dan ekologi dimana keduanya dipandang sebagai bagian yang berkaitan satu sama lain. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi dan sistem sosial ekologi masyarakat silvofishery di Kelurahan Kutawaru dan Kelurahan Donan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan tingkat pendidikan masyarakat silvofishery masih perlu peningkatan, keanekaragaman mangrove di tambak silfofishery berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner (H’) dalam kategori rendah pada semua stasiun. Tingkat rata rata kerapatan vegetasi mangrove bervariasi dari rendah ke padat berkisar 400 – 330.000 ind per ha, sedangkan untuk Nilai Indeks Penting (INP) didapati spesies mangrove Rhizophora mucronata merupakan spesies yang memiliki INP tertinggi baik di semua stasiun maupun di semua tingkatan (semai, pancang, dan pohon). Sistem sosial ekologi masyarakat silvofishery Segara Anakan terbentuk oleh beberapa komponen hubungan yaitu antara sesama masyarakat silvofishery, hubungan antara masyarakat silvofishery dengan tengkulak, hubungan antar masyarakat silvofishery dengan pemerintah Kelurahan, hubungan antar tetangga sesama masyarakat silvofishery, dan hubungan antar masyarakat silvofishery dengan ekosistem mangrove.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Segara Anakan is a lagoon located in the south of the Island of Java. SES is a complex interweaving of adaptive systems between social and ecological elements where both are seen as related parts. The aim of the study was to determine the conditions and social ecological systems of the silvoishery community in Kutawaru and Donan Villages. Used descriptive quantitative research method. The results showed that the education level of the silvofishery community was still relatively low. The diversity of mangroves in silfofishery ponds based on the Shannon-Wienner diversity index (H') was in the low category at all stations. The average density of mangrove vegetation varies from low to dense, ranging from 400 – 330,000 ind per ha, while for INP is found that the mangrove species Rhizophora mucronata is the species that has the highest INP both at all stations and at all levels (seedlings, saplings, and trees). The social ecological system of the Segara Anakan silvofishery community is formed by several relationship components, namely between fellow silvofishery communities, relations between silvofishery communities and middlemen, relations between silvofishery communities and the village government, relations between neighbors of fellow silvofishery communities, and relations between silvofishery communities and mangrove ecosystems.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save