Home
Login.
Artikelilmiahs
35337
Update
DEWI ARDININGRUM
NIM
Judul Artikel
ISOLASI, IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIA, DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI DAUN BAKAU API-API (Avicennia marina)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi terhadap mikroba patogen. Fungi endofitik merupakan sumber “mata air” yang menghasilkan senyawa bioaktif dengan beragam struktur dan bioaktivitas. Bakau api-api (Avicennia marina) digunakan secara tradisional untuk mengobati tukak, abses, dan rematik, yang telah terbukti secara ilmiah berpotensi sebagai antimikroba. Isolat jamur endofit dari daun bakau api-api diidentifikasi secara morfologi dan molekuler. Selanjutnya difermentasikan pada media padat beras dan diekstraksi dengan etil asetat secara shaking selama 17 jam. Analisis fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia menggunakan metode KLT dan KCKT. Ekstrak yang diperoleh diuji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi agar. Jamur endofit yang diisolasi dari daun bakau A. marina teridentifikasi sebagai Aspergillus section Flavi atau spesies Aspergillus flavus. Ekstrak jamur endofit A. flavus diperoleh sebanyak 906 mg dan profil KLT menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid dan terpenoid/steroid. Ekstrak etil asetat A. flavus menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli dengan kadar hambat minimum berturut-turut sebesar 3,12% dan 1,56%. Ekstrak jamur endofit A. flavus mengandung senyawa aktif yang potensial dikembangkan sebagai antibakteri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Irrational use of antibiotics leads to drug resistance against pathogenic microbes. Endophytic fungi are “untapped” sources of bioactive compounds with diversity in their structures and bioactivities. White mangrove (Avicennia marina) is traditionally used to treat ulcers, abscesses, and rheumatism, which has potential as antimicrobial. Endophytic fungus isolated from white mangrove leaves was identified morphologically and molecularly, then fermented on solid rice media and extracted with ethyl acetate by shaking for 17 hours. Phytochemical analysis was performed to determine the chemical content by using TLC and HPLC methods. The ethyl acetate extract was tested for antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli using agar diffusion method. An endophytic fungus isolated from the mangrove leaves of A. marina was identified as Aspergillus section Flavi or Aspergillus flavus. The amount of A. flavus extract was 906 mg and the TLC profile showed the presence of flavonoids and terpenoids/steroids. Ethyl acetate extract of A. flavus exhibited antibacterial activity against S. aureus and E. coli with MIC values of 3.12% and 1.56%, respectively. Extract of an endophytic fungus A. flavus revealed antibacterial potential.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save