Home
Login.
Artikelilmiahs
34571
Update
MUHAMMAD ILHAM NURFIQRY
NIM
Judul Artikel
LAJU PERUBAHAN LAHAN DI DESA PALUMBUNGAN KECAMATAN BOBOTSARI PURBALINGGA (SUB DAS KLAWING) DENGAN METODE MAXIMUM LIKELIHOOD (MLC)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sungai Serayu atau DAS Serayu merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Banyumas. Sungai Serayu melintasi beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang melalui Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap. Desa Palumbungan adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Bobotsari, Desa Palumbungan merupakan desa yang teraliri oleh Sub DAS Klawing sehingga menjadi salah satu sumber air di Desa Palumbungan. Penelitian ini dilaksanakan pada DAS Serayu Sub DAS Klawing bertepatan di Desa Palumbungan dengan jangkauan waktu 10 tahun terakhir menggunakan foto citra satelit landsat 7 dan 8. Variable yang diamati yaitu perubahan lahan pemukiman pekarangan, pertanian dan hutan dengan menggunakan algoritma klasifikasi maximum likelihood. Digitasi manual terkait dengan klasifikasi lahan dilakukan secara manual sebagai pengganti ground check terhadap lokasi kajian. Hasil penelitian menunjukan tiga kelas dalam proses klasifikasi Algoritma terbimbing maximum likelihood dengan luas total setelah proses klasifikasi sebesar 275.04 ha yang terbagi menjadi 3 tahun yaitu tahun 2009, 2014 dan 2019 dengan jumlah 3 kelas disetiap tahunnya. Hasil perubahan lahan menggunakan metode maximum likelihood kelas pertanian menghasilkan nilai 47,07 ha (2009), 44,91 ha (2014) dan 8.28 ha (2019). Pemukiman dan pekarangan menghasilkan nilai 31.14 ha (2009), 37.98 ha (2014) dan 53.64 ha (2019). Hutan menghasilkan nilai 196.83 ha (2009), 192.15 ha (2014), 213.12 ha (2019). Hasil perubahan lahan menggunakan metode manual kelas pertanian menghasilkan nilai 7.17 ha (2009), 4.14 Ha (2014) dan 2.47 Ha (2019). Pemukiman dan pekarangan menghasilkan nilai 11.7 ha (2009), 18.14 ha (2014) dan 20.22 ha (2019). Hutan menghasilkan nilai 256.13 ha (2009), 252.724 ha (2014), 252.31 ha (2019). Klasifikasi perubahan lahan di Desa Palumbungan dengan menggunakan metode terbimbing maximum likelihood dan metode digitasi manual menghasilkan nilai RMSE yang berbeda di tiap kelasnya, semakin kecil nilai RMSE maka semakin akurat metode yang digunakan. Hasil yang didapat pada penelitian ini nilai RMSE terkecil yaitu pemukiman dan pekarangan dengan nilai 25.09 lalu pertanian dengan nilai 33.11 dan nilai RMSE terbesar yaitu hutan dengan nilai 55.89.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Serayu River or Serayu Watershed is one of the largest rivers in Banyumas Regency. The Serayu River crosses several regencies in Central Java Province through Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas and Cilacap regencies. Palumbungan Village is one of the villages in the Bobotsari District, Palumbungan Village is a village that is fed by the Klawing Sub-watershed so that it becomes one of the air sources in Palumbungan Village. This research was carried out in the Serayu watershed, Klawing sub-watershed, in Palubungan Village over a span of the last 10 years using Landsat 7 and 8 satellite images. Manual digitization related to land classification was carried out manually as a substitute for a ground check on the study location. The results show that there are three classes in the maximum likelihood guided algorithm classification process with a total area after the classification process of 275.04 Ha which is divided into 3 years 2009, 2014, and 2019 with a total of 3 classes each year. The results of land changes using the agricultural class maximum likelihood method yielded values of 47.07 ha (2009), 44.91 ha (2014), and 8.28 ha (2019). Settlements and yards yielded values of 31.14 ha (2009), 37.98 ha (2014), and 53.64 ha (2019). Forest yields values of 196.83 ha (2009), 192.15 ha (2014), 213.12 ha (2019). The results of land changes using the agricultural grade manual method yielded values of 7.17 ha (2009), 4.14 ha (2014), and 2.47 ha (2019). Settlements and yards produce values of 11.7 ha (2009), 18.14 ha (2014), and 20.22 ha (2019). Forest yields values of 256.13 ha (2009), 252.724 ha (2014), 252.31 ha (2019). Classification of land change in Palumbungan village using the Maximum likelihood guided method and manual digitization method produces a different RMSE value in each class, the smaller the RMSE value, the more accurate the method used, the results obtained in this study the smallest RMSE value, namely settlements and yards with the value of 25.09 then agriculture with a value of 33.11 and the largest RMSE value, namely forest with a value of 55.89.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save