Home
Login.
Artikelilmiahs
33483
Update
IMELDA NATALIA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KERAGAMAN ASUPAN PROTEIN HEWANI, POLA ASUH MAKAN, DAN HIGIENE SANITASI RUMAH TERHADAP KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA DI DESA KARANGLEWAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Stunting merupakan terhambatnya tumbuh kembang, ditandai nilai Z-score indeks TB/U <-2SD. Stunting disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya asupan protein hewani, higiene sanitasi rumah yang buruk, dan pola asuh yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan keragaman asupan protein hewani, pola asuh makan, dan higiene sanitasi rumah terhadap kejadian stunting anak balita. Metodologi: Rancangan penelitian berupa observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 61 anak balita, ditentukan menggunakan simple random sampling pada balita berusia 12-59 bulan di Desa Karanglewas, Jatilawang, Banyumas. Pengambilan data menggunakan kuesioner FFQ, CFQ, dan observasi rumah sehat. Data dianalisis menggunakan Pearson Product Moment dilanjutkan dengan uji regresi linier berganda. Hasil Peneltian: Sebagian besar responden mendapatkan pola asuh makan tepat (98,4%), tetapi higiene sanitasi rumah masih rendah (70,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan keragaman asupan protein hewani terhadap kejadian stunting pada anak balita (p=0,024, r=0,289). Namun tidak terdapat hubungan pola asuh makan (p=0,327) dan higiene sanitasi rumah (p=0,103) terhadap kejadian stunting. Uji multivariat menunjukkan keragaman asupan protein hewani dan higiene sanitasi rumah secara bersama-sama mempengaruhi kejadian stunting (p=0,038, r 2 =0,102). Kesimpulan: Terdapat hubungan keragaman asupan protein hewani terhadap kejadian stunting. Keragaman asupan protein hewani dan higinene sanitasi rumah mempengaruhi kejadian stunting apabila terjadi bersama-sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Stunting is the impaired growth, as measured by z-score value of length-for-age <-2 SD. Stunting is caused by various factors, including a lack of animal protein intake, poor household sanitary cleanliness, and improper food parenting. This study aims to examine the associations between diversity of animal protein intake, food parenting, and household sanitation cleanliness on the incidence of stunting in children. Methodology: This study used an analytic observation with cross-sectional method. The sample consisted of 61 children aged 12-59 months who were randomly selected from Karanglewas Village, Jatilawang, Banyumas. The data was analyzed using Pearson Product Moment and multiple linear regression subsequently. Results: The bivariate analysis revealed an association between the diversity of animal protein consumption and the incidence of stunting in children (p=0.024, r=0.289). However, there was no relationship between food parenting (p=0.327) and sanitation cleanliness (p=0.103) on the incidence of stunting. The diversity of animal protein intake and sanitation cleanliness together can affect the incidence of stunting (p=0.038, r 2 =0.102). Conclusion: There is an association between the diversity of animal protein consumed and the incidence of stunting. The diversity of animal protein consumption and household sanitary cleanliness will affect the incidence of stunting if they occur simultaneously
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save