| NIM | H1E010010 |
| Namamhs | GINTARA |
| Judul Artikel | PEMBUATAN MEMBRAN SILIKA BERPORI DENGAN METODE MECHANICAL MILLING UNTUK FILTERISASI AIR LAUT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pembuatan membran keramik untuk filterisasi air laut dilakukan dengan metode mechanical milling, dengan variasi waktu penggilingan 0, 8, 16, 24 jam dan variasi suhu sintering 1100oC, 1200oC. Bahan utama membran menggunakan SiO2 (kuarsa) dengan kemurnian sebesar 95% dari Lumbuk Linggau, Palembang. Dalam penelitian ini, serbuk SiO2 hasil sieving 100 mesh digiling menggunakan mesin PBM-4 dan digranulasi dengan penambahan Polyvinyl Alkohol (PVA) kemudian dikompaksi. Selanjutnya, membran disintering dengan waktu penahanan 3 jam. Karakterisasi XRD menunjukan bahwa, penambahan waktu penggilingan mengakibatkan puncak difraksi semakin melebar dan intensitasnya semakin menurun. Hal ini disebabkan karena, adanya ikatan kristal yang terputus akibat dari semakin kecilnya ukuran butir. Sedangkan peningkatan suhu sintering mengakibatkan penambahan jumlah kristal yang ditandai dengan bertambahnya peak-peak pada pola XRD. Berdasarkan hasil pengujian densitas, penambahan waktu penggilingan menjadikan bahan semakin padat. Hal ini terlihat pada waktu penggilingan 24 jam dari setiap suhu sintering 1100oC dan 1200oC berturut-turut sebesar 2,63 g/cm3 dan 2,54 g/cm3. Di sisi lain, peningkatan suhu sintering mengakibatkan bahan mengalami penyusutan. Hal ini terjadi karena, kandungan PVA pada membran mengalami penguapan akibat energi termal yang tinggi, sehingga menimbulkan celah diantara butir. Karakterisasi BET didapatkan bahwa, penambahan waktu penggilingan dan peningkatan suhu sintering menghasilkan ukuran pori-pori semakin besar sehingga surface area semakin kecil. Hal ini disebabkan karena, pada saat preparasi BET dilakukan proses granulasi pada membran sehingga mengakibatkan struktur pori berubah akibat dari ikatan antar butir yang terputus. Hasil pengujian rejeksi menunjukan bahwa pada suhu sintering 1100oC, peningkatan waktu pengilingan serbuk menghasilkan membran lebih selektif. Namun, ketika suhu sintering dinaikan menjadi 1200oC, peningkatan waktu penggilingan tidak lagi mempengaruhi tingkat rejeksi. Hal ini mengindikasikan semakin besar energi termal, perbedaan dimensi ukuran serbuk hampir tidak lagi mempengaruhi laju proses difusi dan pertumbuhan butir, sehingga pori-pori yang terbentuk memiliki ukuran relatif hampir sama. Selain itu, peningkatan suhu sintering pada membran menghasilkan tingkat rejeksi terhadap koloid Na+ dan Cl- semakin besar. Membran filter terbaik dalam penelitian ini diperoleh pada suhu sintering 1200oC dengan waktu penggilingan 8 jam, dimana tingkat rejeksi didapat sebesar (34,88±0,71)% .
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The fabrication of ceramic membrane for filtering sea water was carried out by mechanical milling method, with milling time of 0, 8, 16, 24 hours and sintering temperature of 1100oC, 1200oC. The main matter i.e. SiO2 (quartz) comes from Lumbuk Linggau, Palembang and has a 95% purity. In this research, the powder SiO2 which fielded from 100 mesh sieving, milled using PBM-4 engine, granulated with Polyvinyl Alcohol (PVA) and then compacted. Finally, the membrane were sintered with holding time 3 hours. XRD characterization show that, as the milling time increase, the diffraction peak widened and the intensity are decrease. This is because, there are missing crystal bonding as a result of the decreasing size of grains, but increasing temperature of sintering causing increasingly crystalline which is showed by increasing peaks on XRD patterns. Based on testing of density, when the milling time increase, causing the matter become much more dense. This can be seen when milling time reach to 24 hours the density become 2.63 g/cm3 at T = 1100oC and 2.54 g/cm3 at T = 1200oC. Respectively, increasing of sintering temperature causing shrinkage of the material because the PVA membrane, evaporate cause high thermal energy, thus leading to make gaps between particles. Characterization of the BET show, increasing of milling time and sintering temperature causing the size of the pores gets bigger so the surface area is getting smaller. This is because the process of granulation on BET Characterization causing changed the structure of pores because bond between the particles are missing. Rejection test showed that increasing of milling time at 1100oC, causing the membrane more selective, but when temperature increase up to 1200oC, the increasing of milling time are do nothing to the rejection selectivity. This is showed that when the thermal energy are increase, dimension of the powder size theres no more influence to the difusion process and the grain size, so the pores are relatively have a same dimension. Beside that, increasing of the sintering temperature causing the rejection selectivity for Na+ dan Cl- are increase. The best membrane filter goes to 1200oC sintering temperature and 8 hour milling time cause the rejection selectivity are (34,88 ± 0,71)%. |
| Kata kunci | Membran silika, Mechanical milling, XRD, BET, Rejeksi TDS. |
| Pembimbing 1 | Dr.-Eng. Mukhtar Effendi |
| Pembimbing 2 | Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, Pd.D |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 55 |
| Tgl. Entri | 2014-11-17 12:35:19.967223 |
|---|