Artikel Ilmiah : A1C110015 a.n. IRIN PRIMAWATI
| NIM | A1C110015 |
|---|---|
| Namamhs | IRIN PRIMAWATI |
| Judul Artikel | EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL PERKEBUNAN TEH (Studi Kasus di PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang merupakan salah satu perusahaan besar milik swasta di Jawa Tengah yang mengusahakan teh secara komersial dengan tujuan utama untuk ekspor. Harga teh di pasar internasional maupun pasar domestik yang fluktuatif menyebabkan posisi keuangan perusahaan tidak tabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan, mengetahui kelayakan finansial dan sensitivitas perusahaan jika terjadi kenaikan biaya produksi, volume produksi dan harga jual teh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April 2014 sampai Mei 2014. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan; analisis kelayakan finansial menggunakan perhitungan kriteria investasi (NPV, IRR, Net B/C ratio, dan Payback Period) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) rata-rata penerimaan per hektar dalam satu tahun PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang sebesar Rp7.537.580,58 dengan rata-rata biaya produksi per hektar dalam satu tahun yaitu sebesar Rp4.194.374,98 dan dihasilkan rata-rata pendapatan per hektar dalam satu tahun sebesar Rp3.434.205,61. (2) PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang ditinjau dari aspek kelayakan finansial layak diusahakan dan menguntungkan (NPV > 0), IRR lebih besar dari 17 persen, Net B/C ratio lebih dari satu. PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang menunjukan NPV pada tingkat suku bunga (df) 17 persen sebesar Rp4.214.884.052,00, IRR sebesar 23,44 persen, Net B/C sebesar 1,61. Terakhir (3) PT. Pagilaran Unit Produksi Jatilawang sensitif terhadap kenaikan biaya produksi sebesar 26 persen serta penurunan volume produksi dan harga jual teh sebesar 12 persen. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pagilaran Company is one of the big Tea Plantation Companies in Central Java which is export to be a primary aim. Tea price in international and domestic market which is fluctuated caused the position of the company is not stable. This research aims to: determine the total costs, revenue and operating income; feasibility financial and sensitivity of the company if there are change of cost of production, volume of production and price of sales. This research used case study method in Jatilawang Unit Production of Pagilaran Company. Data were collected in April till May 2014. The analytical method was used to (NPV, IRR, Net B/C ratio, and Payback Period) and sensitivity analysis. The results showed that: (1) the average income per hectare Unit Production of Pagilaran Jatilawang company from 1993 to 2013 of Rp7,537,580.58 with the average total cost incurred per hectare Rp4,194,374.98 and the result average of total revenues per hectar Rp3,434,205,61. (2) The Unit Production of Pagilaran Jatilawang from the aspect of financial feasibility and profitable (NPV > 0, IRR > 17%, Net B/C ratio > 1). The Unit Production of Pagilaran Jatilawang shows NPV on interest rates (df) 17 percent of Rp Rp2,464,058,788.00 IRR of 23,44 percent, Net B/C by 1.61 and PBP by 6.07 or for 6 years 8 months 12 days. Finally, Unit Production of Pagilaran Jatilawang Company in Regency of Banjarnegara is sensitive to the increase of production costs 26 percent, decrease volume of production 12 percent and decrease of tea sales 12 percent. |
| Kata kunci | Perkebunan Teh, Analisis Finansial, Investasi |
| Pembimbing 1 | Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P, M.P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Dwi Purwastuti, M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2010 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2014-11-15 14:40:12.591286 |