Artikel Ilmiah : H1D007069 a.n. FLORENTINUS LUCKY WASONO
| NIM | H1D007069 |
|---|---|
| Namamhs | FLORENTINUS LUCKY WASONO |
| Judul Artikel | ARTIKEL ILMIAH KAJIAN RESIKO DAN KERENTANAN BAHAYA TSUNAMI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | KAJIAN RESIKO DAN KERENTANAN BAHAYA TSUNAMI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAH Oleh: Florentinus Lucky W. 1); Nastain 2) dan Arwan Apriyono 3) INTISARI Indonesia merupakan Negara dengan tingkat kegempaan tinggi karena kondisi geologi yang secara tektonik labil. Pada selatan Pulau Jawa dibawah Samudra Hindia terdapat zona subduksi lempeng Australia dan lempeng Sunda yang berpotensi gempa tektonik dan mengakibatkan tsunami. Kabupaten Cilacap terletak dipesisir selatan Pulau Jawa dengan pusat Kota Cilacap yang secara geografis terletak pada tepi pantai yang membentuk cekungan (teluk) dan menghadap langsung Samudra Hindia. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat resiko tsunami di wilayah Kabupaten Cilacap dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis yang menggambarkan daerah resiko dan rentan bahaya tsunami untuk menyediakan referensi bagi perencanaan wilayah dan pengembangan strategi kesiapsiagaan kepada semua pemangku kepentingan. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan perangkat yang memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan tingkat resiko dan kerentanan bahaya tsunami dengan pendekatan multikriteria dan memperhitungkan semua faktor yang berpengaruh sehingga mampu memodelkan secara menyeluruh dan melakukan analisis spatial secara kompleks. Cell Based Modeling (CBM) adalah metode permodelan SIG dalam penelitian ini untuk mempresentasikan kekompleksitasan dan interaksi di alam dengan suatu penyederhanaan. Analisis spatial pada data raster merupakan dasar dari metode CBM. Pada penelitian ini, pemetaan resiko tsunami ditentukan oleh faktor kerawanan (hazard) dan kerentanan (vulnerability). Faktor kerawanan tsunami didapatkan dari permodelan area genangan tsunami dengan membandingkan tinggi rayapan dengan elevasi daratan dari data DEM SRTM dimana perhitungan tinggi rayapan berdasarkan periode ulang kejadian tsunami dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2009 tentang Pedoman Perencanaan Umum Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Rawan Tsunami. Faktor kerentanan tsunami didapatkan dari metode weight overlay semua parameter kerentatan yang terdiri dari elevasi daratan, penggunaan lahan, kepadatan penduduk, jarak dari pantai dan kemiringan daratan dengan bobot masing – masing parameter dihitung menggunakan metode Pairwise Comparison Methode. Peta resiko tsunami didapatkan dari weight overlay antara peta kerawanan dan peta kerentanan dengan bobot seimbang. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Kecamatan Adipala memiliki tingat kerawanan tsunami terluas, yaitu luas area sangat rawan 6885000 mᶜ. Kecamatan dengan tingkat kerentanan tsunami sangat rentan paling luas adalah Kecamatan Cilacap Selatan dengan luas area sangat rentan sebesar 1620000 m². Kecamatan Adipala memiliki luas area dengan tingkat resiko sangat tinggi terluas sebesar 6010200 m². Kecamatan Cilacap Selatan memiliki luas area pemukiman dengan tingkat resiko tsunami sangat beresiko terluas sebesar 761400 m². Kata Kunci : Tsunami, Sistem Informasi Geografis, Weight Overlay, Pairwise Comparison Methode. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | RISK ASSESSMENT AND TSUNAMI HAZARD VULNERABILITY USING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM ( GIS ) IN CILACAP DISTRICT OF CENTRAL JAVA by : Lucky Florentinus W. 1 ) ; Nastain 2 ) and Arwan Apriyono 3 ) ABSTRACT Indonesia is a country with a high level of seismicity due to the geological conditions tectonically unstable. On the southern island of Java under the Indian Ocean there is a subduction zone between the Australian plate and the Sunda plate tectonic earthquake potential and resulting tsunami. Cilacap district located south coastal area of Java and Cilacap City which is geographically located at the edge of the beach that make up the basin (bay) and directly facing the Indian Ocean. This study aims to map the level of risk of a tsunami in Cilacap Regency using Geographic Information System that describes the risks and dangers of tsunami prone to provide reference for regional planning and development of preparedness strategies to all stakeholders. Geographic information system (GIS) is a device that has the ability to visualize the level of risk and vulnerability to tsunami hazard multicriteria approach and take into account all the factors that influence so thoroughly able to model and perform the complex spatial analysis. Cell Based Modeling (CBM) is a GIS modeling method in this study to present the complexities and interactions in nature with a simplification. Spatial analysis on raster data is the basis of the CBM method. In this study, the tsunami risk mapping is determined by hazard factor and vulnerability factors. Hazard factors obtained from modeling tsunami inundation areas with high creep comparing with land elevation data from the SRTM DEM where high creep calculation is based on a return period of tsunami events in the Minister of Public Works No. 06 / PRT / M / 2009 on the General Planning Guidelines for Infrastructure Development in Tsunami Prone Regions. Vulnerability factors obtained from the method of weight overlay all parameters vulnerabilities that consists of land elevation, land use, population density, distance from shore and land slope with respective weights - each parameter is calculated using the AHP method. Risk map obtained from the weight overlay between map insecurity and vulnerability maps with balanced weight. Based on the analysis done shows that the rank of the Subdistrict of Adipala has the largest tsunami hazard , an area that is very prone 6885000 m². Subdistricts with the vulnerability of the most widespread tsunami is very vulnerable is South Cilacap Subdistrict with a very vulnerable area of 1620000 m². Adipala Subdistrict has an area with a very high degree of risk widest at 6010200 m . South Cilacap Subdistrict has a residential area with very risky rate of tsunami risk widest at 761 400 m². Keywords : Tsunami , Geographic Information Systems , Weight Overlay , Pairwise Comparison Method . |
| Kata kunci | Tsunami, Sistem Informasi Geografis, Weight Overlay, Pairwise Comparison Methode. Tsunami , Geographic Information Systems , Weight Overlay , Pairwise Comparison Method |
| Pembimbing 1 | NASTAIN, ST., MT NIP. 197309122000031001 |
| Pembimbing 2 | ARWAN APRIYONO, ST., M.Eng NIP. 198204262005011003 |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2014-11-14 12:24:54.313868 |