Artikel Ilmiah : F1A010060 a.n. ANA FARIDA

Kembali Update Delete

NIMF1A010060
NamamhsANA FARIDA
Judul ArtikelPeran Orang Tua Dalam Pernikahan Dini Di Desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pernikahan dini merupakan sebuah perkawinan di bawah umur yang target persiapannya belum dikatakan maksimal, baik secara fisik, mental dan materi (Dlori, M. 2005: 5). Usia yang masih muda serta fisik dan mental yang belum matang mengharuskan orang tua berperan dalam pernikahan dini, karena mengingat banyaknya hal yang akan ditimbulkan akibat menikah pada usia muda. Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di Desa Pesodongan Kecamatan Kaliwiro Kabupaten Wonosobo dengan menjadikan informan utama pada penelitian ini adalah orang tua dari pasangan yang menikah pada usia muda, sedangkan informan pendukungnya adalah pasangan nikah dini dan tokoh masyarakat di Desa Pesodongan. Cara menentukan sasaran penelitian menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (indepth interview), dokumentasi dan observasi. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dan menggunakan Analisis Interaktif untuk analisis data, dengan langkah : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memeriksa kevalidan data yang diperoleh dalam penelitian ini, peneliti memilih menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa orang tua menikahkan anak perempuannya pada usia muda karena beberapa hal, pertama yaitu rendahnya pendidikan pelaku nikah muda dan orang tua pelaku nikah muda, kedua mengurangi beban hidup, ketiga yaitu karena anak tersebut sudah terlanjur hamil pada saat pacaran akibat pergaulan yang begitu bebas, keempat adalah perjodohan, kelima adalah cap perawan tua. Peran orang tua dalam kehidupan rumah tangga anaknya adalah mempersiapkan membiayai kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan tumpangan tempat tinggal, pengasuhan penuh terhadap cucu. Orang tua harus bisa memahami dan belajar mengenai akibat pernikahan dini, untuk remaja yang belum menikah supaya bisa memberikan pengertian kepada orang tua, bagi pihak desa untuk mengeluarkan surat keterangan untuk mereka yang menikah siri, bagi pemerintah untuk merevisi UU 1/1974 menganai usia perkawinan perempuan.


Abtrak (Bhs. Inggris)Early marriage is a marriage under age that target preparation has not yet maximal, both physical, mental and material (Dlori, M. 2005: 5). A young age and the physical and mental immature requires parents role in premature marriage, because it is given the number of things that will be brought about as a result of being married at a young age. This study takes the research location in the village of Pesodongan sub-district of Kaliwiro Wonosobo Regency by making the main informant in this research are the parents of the couple are married at a young age, while the informant was an early proponent of marriage partners and community leaders in the village of Pesodongan. Target determination of research uses purposive sampling technique, while the data collection uses in-depth interviews (indepth interview), documentation and observation. Methods of qualitative research is descriptive and use Interactive Analysis for data analysis, with steps: data collection, data presentation, data reduction, and withdrawal of the conclusion. To check the data validation obtained in this study, the researcher chose to use triangulation source. The results of these studies mention that parents married off his daughter at a young age because of a few things, first that the low education of the children and the parents, second, reduce the burden of living, third, because they already pregnant at the time of going out due to the free sex, , the fourth is an arranged marriage,the five is cap spinster. The role of parents in the life of their childres’s household is fund their daily life, housing, and parenting full of grandchildren. Parents should be able to understand and learn about the consequences of early marriage, unmarried teens in order to give understanding to parents, on behalf of the village to issue a certificate for those who uncertified married, for the Government to revise the ACT 1/1974 marriage age of women.
Kata kunciPernikahan dini, Orang tua, Keluarga, Lingkungan
Pembimbing 1Dra. Rin Rostikawati, M.Si
Pembimbing 2Niken Paramarti D, M.Si
Pembimbing 3Dr. Tyas Retno W, M.Si
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2014-11-14 10:27:58.341276
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.