Artikel Ilmiah : A1M010064 a.n. SINGGIH MAULANA ADIYASA
| NIM | A1M010064 |
|---|---|
| Namamhs | SINGGIH MAULANA ADIYASA |
| Judul Artikel | KAJIAN TINGKAT PENERIMAAN PENGRAJIN GULA KELAPA TERHADAP PENERAPAN LARU PADA WILAYAH YANG BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Gula kelapa merupakan produk yang dibuat dari bahan baku nira kelapa. Nira kelapa mudah mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh mikroba. Kerusakan nira kelapa dapat dihambat dengan menambahkan bahan pengawet alami seperti kayu nangka, kulit buah manggis dan kapur. Pada penelitian ini bahan-bahan tersebut dibuat dalam bentuk bubuk yang disebut dengan laru alami “Tangkis”. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui tingkat penerimaan pengrajin gula kelapa terhadap cara penerapan laru pada wilayah yang berbeda, 2) Mengetahui tingkat penerimaan pengrajin gula kelapa terhadap karakteristik nira dan gula yang dihasilkan pada wilayah yang berbeda 3) Mengetahui tingkat penerimaan pengrajin gula kelapa terhadap cara penerapan laru dengan menggunakan jenis laru yang berbeda, serta 4) Mengetahui tingkat penerimaan pengrajin gula kelapa terhadap nira dan gula yang dihasilkan dengan menggunakan jenis laru yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pengrain gula kelapa di Desa Sikapat dan Desa Jambusari memiliki tingkat kesukaan yang sama terhadap cara penerapan laru, baik laru alami “Tangkis” maupun laru semula. Secara umum nira dan gula yang dihasilkan di Desa Sikapat dan Desa Jambusari memiliki karakteristik yang sama, namun di Desa Jambusari pH dan derajat brix nira yang dihasilkan lebih tinggi. Secara umum pengrajin gula kelapa di Desa Sikapat maupun Desa Jambusari lebih menyukai cara penerapan laru semula dibandingkan dengan laru alami “Tangkis”. Nira dan gula kelapa yang dihasilkan oleh kedua jenis laru cenderung sama, namun laru alami “Tangkis” menghasilkan nira dengan derajat brix dan kesukaan aroma gula kelapa yang lebih tinggi dibandingkan dengan laru semula, sedangkan untuk tekstur gula yang dihasilkan dengan laru semula lebih disukai daripada laru alami “Tangkis”. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Coconut sugar is made from raw material coconut neera. Neera susceptible to damage caused by microbial activity. The damage neera can be inhibited by adding preservative such as jackfruit wood, mangosteen rind and lime. In this research, materials is made in the form of powder. The aim of research are: 1) know the effect ratio of jackfruit wood powder : mangosteen rind powder, 2) know the effect ratio of mixture jackfruit wood powder and mangosteen rind powder : lime powder and 3) know the effect of the combination treatment which produce the best solidified coconut sugar. The result showed that all of treatment combination produce solidified coconut sugar with the quality of being better than with coconut sugar using lime powder and natrium matabisulfite and accord with SNI 01-3743-1995. Consider of the technical and economical aspects, the combination of ratio of jackfruit wood powder : mangosteen rind powder (w/w) 1:1 with treatment ratio of mixture jackfruit wood powder and mangosteen rind powder : lime powder (w/w) 5:95 (B1K1) is combination chosen on this research. That combination produce solidified coconut sugar with a pale-yellow brown color and hard texture |
| Kata kunci | gula kelapa cetak, laru, nira kelapa, sensori |
| Pembimbing 1 | Karseno, S.P., M.P., Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Tri Yanto, M.T |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2014-11-11 04:33:06.224203 |