Artikel Ilmiah : D1F012004 a.n. AGUNG IMTIKHAN

Kembali Update Delete

NIMD1F012004
NamamhsAGUNG IMTIKHAN
Judul ArtikelHUBUNGAN ANTARA FARROWING INDEX DENGAN JARAK BERANAK DAN KAWIN POST WEANING PADA USAHA PETERNAKAN BABI DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Farrowing index dengan Jarak Beranak dan Kawin Post Weaning Pada Usaha Peternakan Babi di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan metode survei. Sampel yang digunakan adalah 232 ekor induk babi betina yang minimal sudah beranak tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi berganda kemudian dilanjutkan dengan sumbangan efektif dan sumbangan relatif. Hasil penelitian menunjukan rataan farrowing index, jarak beranak, dan kawin post weaning pada usaha peternakan babi di Kabupaten Banyumas yaitu 2,35 ± 0,06, 155,09 ± 3,99 hari, dan 6,6 ± 0,48 hari. Analisis variansi regresi berganda menunjukkan bahwa kawin post weaning dan jarak beranak memberikan hubungan sangat nyata (P<0,01) terhadap farrowing index, persamaan garis yang diperoleh yaitu Y = 4,6655736 – 0,00030934 X1 – 0,01488502 X2 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,997 sehingga diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 99,50%. Analisis variansi regresi menunjukkan bahwa kawin post weaning memberikan hubungan sangat nyata (P<0,01) terhadap jarak beranak. Persamaan garis regresi yang diperoleh yaitu Y = 143.09 + 1.8119X dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,2210, dan diperoleh koefisien determinasi (R2) sebesar 4,88%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin panjang kawin post weaning dan jarak beranak maka nilai farrowing index makin rendah.

Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of the research is to explore the relationship between farrowing index with farrowing interval and mating post weaning of the pig farming in Banyumas district. The survey method is used with 232 sows of at least three times farrowing. The analysis of data is using descriptif analysis, multiple regression analysis and continued with the effective contribution and relative contribution. The result of this research shows that the average of farrowing index, farrowing interval, and mating post weaning of the pig farming in Banyumas district are 2,35 ± 0,06, 155,09 ± 3,99 days, dan 6,6 ± 0,48 days, respectively. The analysis of the multiple variance regression shows that farrowing interval and mating post weaning have a significant relationship (P<0,01) with farrowing index. The line equation obtained is Y = 4,6655736 – 0,00030934 X1 – 0,01488502 X2 with a correlation coefficient (r) of 0.997 and the coefficient of determination (R2) of 99.50%. The analysis of variance regression shows that mating post weaning have a significant relationship (P<0,01) with farrowing interval. Regression line equation obtained is Y = 143,09 + 1,8119X with a correlation coefficient (r) of 0.2210, and the coefficient of determination (R2) of 4,88%. The conclusion of this research is the length of farrowing interval and mating post weaning will gave the less of farrowing index of sows in Banyumas district.
Kata kunciBabi, Farrowing index, jarak beranak dan kawin post weaning
Pembimbing 1Dr. Ir. C. Rachmawati WS, S.U., M. Agr. Sc
Pembimbing 2Ir. Sugijatno, S.U
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2014-11-10 21:58:36.272644
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.