Artikel Ilmiah : H1D007037 a.n. ARIS NURDIN
| NIM | H1D007037 |
|---|---|
| Namamhs | ARIS NURDIN |
| Judul Artikel | AUDIT KESELAMATAN JALAN PADA LOKASI RAWAN KECELAKAAN DI RUAS JALAN ANTAR KOTA TIPE ARTERI DAN KOLEKTOR (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANYUMAS) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jawa Tengah selalu terjadi peningkatan dari tahun ke tahunnya. Menurut data dari Satlantas Kabupaten Banyumas, diperoleh informasi bahwa tiga tahun terakhir (2011-2013) terjadi peningkatan jumlah kasus kecelakaan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas yaitu dari kelalaian pengguna jalan seperti penggunaan kecepatan yang tinggi ketika berkendara. Dengan kondisi tersebut diperlukan upaya utuk mengetahui lokasi daerah kecelakaan (black spot) dan audit keselamatan jalan untuk mengurangi tingkat fatalitas kejadian kecelakaan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas. Data sekunder dari Satlantas Kabupaten Banyumas berupa data kecelakaan lalu lintas dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menghitung Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) menggunakan Metode Pembobotan yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Data primer diperoleh dari hasil survei lapangan dan data primer dari hasil survei tersebut dibandingkan dengan 6 parameter yaitu penerapan standar geometrik jalan, penerapan marka dan rambu lalu lintas, tata guna lahan, kondisi penerangan jalan, kondisi fasilitas pelengkap jalan, dan kondisi fisik permukaan jalan. Dari hasil analisis data sekunder yang dilakukan diperoleh lokasi daerah rawan kecelakaan (black spot) untuk jalan arteri yaitu Jalan Raya Kemranjen, Desa Kecila dan Jalan Raya Wangon, Desa Wangon. Sedangakan untuk jalan kolektor yaitu Jalan Raya Wangon, Desa Kelapagading, Jalan Raya Baturaden, Desa Rempoah dan Jalan Raya Patikraja, Desa Kedungrandu. Dari hasil audit keselamatan jalan pada jalan arteri dan kolektor antar kota Banyumas berdasarkan data lapangan didapatkan beberapa kondisi geometrik jalan yang meliputi lebar bahu jalan, kecepatan rencana kendaraan roda dua, jarak pandang henti kendaraan roda dua, penempatan marka dan rambu, penerangan jalan, fasilitas pelengkap jalan dan kondisi fisik permukaan jalan. Usulan penanganan secara umum adalah meningkatkan fungsi marka dan rambu, memasang fasilitas pelengkap jalan, dan melakukan pemeliharaan jalan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The death rate of traffic accidents in Central Java always increase from year to year. Data from the Traffic Unit Banyumas reveals the information that there was increment of traffic accidents for last three years (2011-2013) in Banyumas, Central Java. The most common cause of traffic accident is the negligence of road users such as driving in high speed. On that condition there must be an essential attempt to check the regional location of accident (black spots) and the proposed value of the maximum speed limit of vehicles that can be used by road users to reduce the fatality rate of accidents and increase traffic safety. Secondary data of the traffic unit Banyumas is a traffic accident data from 2011 until 2013, and the Department of Highways is class data and road function. The data were then analyzed by counting the number Equivalent Accident (AEK) using the weighting method refers to the Guidelines for Construction and Building Ministry of Settlement and Regional Infrastructure Rev. 09-2004 T-2004-B. Primary data were obtained from the results of the field survey and primary data from the survey results were as compared to six parameters, assembling road geometric standar, assembling marking and traffic signs, land used, road lighting condition,road complement facility, and the fhysical of surface conditions. From the analysis of secondary data obtained the location of the accident-prone areas (black spots), they are Kemranjen Highway, Kecila Village, Wangon Highway, Wangon Village, for arterial road. Whereas for collector road are Wangon Highway , Kelapagading Village, Baturaden Highway, Rempoah Village, Patikraja Highway, Kedungrandu Village. From a road safety audit in the arterial and collector intercity in Banyumas building on field survey data obtained some geometric condition includes road shoulder width, appointment marking and signs, road lighting, road facility of complement and fhysical of surface condition. Proposed handling in general is to improve the function og signs and marking, tall in road complement facility, and execute road maintenance. |
| Kata kunci | Kondisi Geometrik Jalan, Audit Keselamatan Jalan, Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Kabupaten Banyumas, Metode Pembobotan. |
| Pembimbing 1 | Dr. Gito Sugiyanto,ST.,MT, |
| Pembimbing 2 | Eva Wahyu Indriyati,ST.,MT, |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2014-08-28 13:47:27.249886 |