Artikel Ilmiah : C1A009069 a.n. DINY ROSALINA

Kembali Update Delete

NIMC1A009069
NamamhsDINY ROSALINA
Judul ArtikelPENDAPATAN DAN KONSUMSI PENGRAJIN TUSUK SATE
(Kasus di Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Pendapatan dan Konsumsi Pengrajin Tusuk Sate (Kasus di Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan modal, usia, jam kerja, dan masa kerja terhadap pendapatan pengrajin tusuk sate di Desa Kalibagor, untuk mengetahui pendapatan per kapita menurut pendapatan bersih pengrajin tusuk sate dan pendapatan keluarga pengrajin tusuk sate di Desa Kalibagor dalam memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dan untuk mengetahui pendapatan keluarga pengrajin dalam memenuhi konsumsi keluarga. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi untuk mengetahui hubungan dari variabel modal, jam kerja, masa kerja dan usia dengan pendapatan. Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) digunakan standar KHL Kabupaten Banyumas. Sedangkan untuk mengetahui konsumsi digunakan alat analisis APC (Average Propensity to Consume). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar modal dan semakin banyak jam kerja yang dicurahkan yang dikeluarkan akan semakin banyak pula pendapatan yang didapatkan. Sedangkan semakin lama masa kerja dan semakin bertambahnya usia responden semakin rendah juga pendapatan pengrajin tusuk sate yang didapatkan. Pendapatan perkapita keluarga pengarajin tusuk sate menurut pendapatan bersih dan pendapatan keluarga sama-sama belum bisa memenuhi standar KHL di Kabupaten Banyumas. Dari hasil perhitungan APC diketahui bahwa pendapatan keluarga pengrajin tusuk sate di Desa Kalibagor cukup untuk memenuhi konsumsi keluarga pengrajin tusuk sate. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel modal dan jam kerja berhubungan positif terhadap pendapatan pengrajin tusuk sate, sedangkan variabel masa kerja dan usia berhubungan negatif dengan pendapatan pengrajin tusuk sate. Pendapatan perkapita dan pendapatan bersih pengrajin sama-sama belum bisa memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas. Implikasi dari hasil penelitian ini pengrajin tusuk sate di sebaiknya menambah modal agar faktor produksi yang dibutuhkan dapat diperoleh lebih banyak dan nantinya tusuk sate yang dihasilkan akan semakin banyak pula, pendapatan pengrajin pun akan semakin tinggi. Penambahan jam kerja juga perlu dilakukan karena hal ini juga sangat berpengaruh terhadap proses produksi semakin lama waktu yang dicurahkan maka akan semakin banyak tusuk sate yang dihasilkan sehingga pendapatan pengrajin juga semakin tinggi. Perlu perhatian khusus dari pemerintah desa untuk pengrajin tusuk sate di Desa Kalibagor yaitu dengan cara membuat koperasi simpan pinjam khusus pengrajin tusuk sate. Konsumsi keluarga pengrajin harus dijaga dan diusahakan jangan melebihi pendapatan keluarga yang diperoleh.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research entitled "The Income and Consumption of Skewers Craftsmen (Case in Kalibagor Village Kalibagor Sub Regency, Banyumas Regency). The purpose of this research is to find out the correlation of capital, age, working hours, working period on the income of skewers craftsmen in Kalibagor Village, to find out per capita income according to net income of skewers craftsmen and income of skewers craftsmen family in Kalibagor Village in fulfilling Decent Life Needs and to find out income of craftsmen family in fulfilling family's consumption.
Analysis tool used in this variable is tabulation to find out the correlation between the variables of capital, working hours, working period and age to income. The standard of Decent Life Needs used is Standard of DLN in Banyumas Regency. While to find out the consumption used APC (Average Propensity to Consume) analysis tool.
This research result shows that the variables of capital and working hours have positive correlation on the income of skewers craftsmen while the variables of working period and age have negative correlation. Per capita income of skewers craftsmen according to net income and household income altogether haven't able to fulfill standard of DLN in Banyumas Regency. From the APC calculation known that income of skewers craftsmen family in Kalibagor Village is enough to fulfill the consumption of skewers craftsmen family.
The concluntion is that the variables of capital and working hours have positive correlation on the income of skewers craftsmen while the variables of working period and age have negative correlation. Per capita income of skewers craftsmen according to net income and household income altogether haven't able to fulfill standard of DLN in Banyumas Regency. From the APC calculation known that income of skewers craftsmen family in Kalibagor Village is enough to fulfill the consumption of skewers craftsmen family.
The implications of this research are skewers craftsmen in Kalibagor Village supposedly increase their capital in order that the production factor needed can be obtained more and later the skewers produced will increase, therefore the income of craftsmen will also increase. The addition of working hours also needed to be done because it will affect production process, the longer the time required the more skewers produced therefore the higher the income of craftsmen. Special attention from the village government is needed for the skewers craftsmen in Kalibagor Village that is by establishing savings and loans cooperation specifically for skewers craftsmen. And also the consumption of craftsmen family should be maintained and supposedly not to exceed the income earned.
Kata kuncipendapatan dan konsumsi, tusuk sate
Pembimbing 1Dra. Neni Widayaningsih, M.M
Pembimbing 2Dra. Endang Sri Gunawati, MP
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman87
Tgl. Entri2014-08-25 13:54:25.19149
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.