Artikel Ilmiah : C1A010060 a.n. YUNI HANDAYANI LESTARI PUTRI
| NIM | C1A010060 |
|---|---|
| Namamhs | YUNI HANDAYANI LESTARI PUTRI |
| Judul Artikel | STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KENTANG DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metode survey. Penelitian ini mengambil judul: ”Strategi Pengembangan Usahatani Kentang di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi usahatani kentang di Desa Kutabawa, menganalisis strategi-strategi alternatif sehingga dapat meningkatkan pengembangan usahatani kentang di Desa Kutabawa dan menentukan strategi prioritas yang tepat untuk diimplementasikan dalam pengembangan usahatani kentang. Pada penelitian ini, alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT menggunakan matriks IFE, matriks EFE, matriks IE, matriks SWOT dan analisis Quantitative Strategic Planing Matriks (QSPM). Berdasarkan identifikasi faktor internal, diperoleh 6 kekuatan dan 6 kelemahan. Kekuatan yang paling berpengaruh adalah potensi alam yang sangat cocok untuk lahan pertanian kentang dan kelemahannya yakni pada keterbatasan modal. Dari hasil identifikasi faktor eksternal, diperoleh 6 peluang dan 5 ancaman. Peluang utamanya adalah sarana transportasi/jalan di Desa Kutabawa yang mendukung dalam pengembangan usahatani kentang, dan ancaman utamanya yakni pengaruh cuaca serta hama yang mempengaruhi produksi kentang. Kemudian, berdasarkan hasil perhitungan matriks IFE dan EFE pada pengembangan usahatani kentang, total skor yang diperoleh yakni 2,99 dan 3,09. Berdasarkan penggabungan hasil dari total skor tersebut pada matriks IE, dapat diketahui posisi usahatani kentang saat ini berada pada kuadran II yang berarti usahatani kentang berada dalam tahap tumbuh dan bina (Grow and Build) dengan strategi intensif dan integratif. Berdasarkan analisis SWOT yang dilakukan, menghasilkan 9 strategi alternatif. Strategi alternatif tersebut merupakan pencocokan dari faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dengan faktor eksternal (peluang dan ancaman). Setelah memperoleh startegi alternatif, selanjutnya adalah memilih strategi yang paling tepat untuk diimplemantasikan melalui analisis QSPM. Berdasarkan analisis QSPM, strategi aternatif yang terbaik adalah membentuk kelompok tani kentang di Desa Kutabawa dengan nilai Total Attractiveness Score 5,561. Implikasi dari penelitian adalah (1) membetuk kelompok tani kentang di Desa Kutabawa agar dapat meningkatkan pengembangan usahatani kentang secara bersama-sama, (2) petani meningkatkan permodalan dengan memanfaatkan fasilitas peminjaman modal dari koperasi atau perbankan, (3) Pemerintah Desa Kutabawa dapat menjembatani antara petani dengan PT Indofood agar menjalin kerjasama usahatani kentang, (4) Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Purbalingga membantu petani kentang dalam memperluas pangsa pasar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is a descriptive study using survey method approach. This study entitled: "Development Strategy of Potato Farming in the Village Kutabawa of District Karangreja, Purbalingga Regency". The purpose of this study was to determine the internal and external factors affecting the potato farm in the village of Kutabawa, analyzing alternative strategies that can enhance the development of potato farming in the village Kutabawa and determine the appropriate priority strategies to be implemented in the development of potato farming. This study used SWOT analysis as an analysis tool by using matrix IFE, EFE Matrix, IE Matrix, SWOT matrix and analysis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Based on the identification of internal factors, there are 6 strengths and 6 weaknesses. The most influential strength is the natural potential that is suitable for potato farms and the weakness is the limited capital. Based on the identification of external factors, there are 6 opportunities and 5threats. The main opportunity is the facility of transportation / road in the village of Kutabawa that supports the development of potato farming, and the main threat is the influence of weather and pests affecting potato production. Then, based on the results of the IFE and EFE matrix calculation on the development of potato farming, the total scores that obtained are 2.99 and 3.09. Based on the result of the merger of the total score on the IE matrix, it can be seen the position of the potato farming today is in quadrant II, which means the company in growing and building stage with intensive and integrative strategies. SWOT analysis produces 9 alternative strategies. The alternative strategy is the matching of internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). After obtaining an alternative strategy, the next step is to choose the most appropriate strategy to be implemented through QSPM analysis. Based on the QSPM analysis, the best alternative strategy is to form a potato farmer groups in the village Kutabawa with the value 5.561 of Total Attractiveness Score. The implications of this study are (1) form a potato farmer group in the village of Kutabawa in order to improve the development of potato farming, (2) The potato farmers increase capital by utilizing borrowing facilities of a cooperative or banking capital, (3) the Government of Village Kutabawa can establish an ongoing relationship with PT Indofood in order to improve the farming of potatoes, (4) the Department of Agriculture Forestry and Plantation a Purbalingga help the farmers in expanding market share. |
| Kata kunci | Potato Farmers, SWOT Analysis, Development Strategy |
| Pembimbing 1 | Drs. Sri Nugroho P.R, MA |
| Pembimbing 2 | Dr.Suprapto, M.S |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2014-08-25 12:29:55.72607 |