Artikel Ilmiah : G1B010038 a.n. NURKHAMDIYAH TRI UTAMI

Kembali Update Delete

NIMG1B010038
NamamhsNURKHAMDIYAH TRI UTAMI
Judul ArtikelHUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN KELELAHAN SUBYEKTIF PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT WANA MAKMUR SEJAHTERA PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kelelahan kerja adalah mekanisme perlindungan tubuh yang dirasakan secara
subyektif yang terjadi akibat kerja fisik atau mental secara berulang yang ditandai
oleh adanya pelemahan kegiatan, pelemahan motivasi dan kelelahan fisik. Survei
pendahuluan kelelahan kerja kepada 10 pekerja di PT Wana Makmur Sejahtera
didapatkan bahwa pekerja mengalami kelelahan ringan (20%), kelelahan sedang
(70%) dan kelelahan berat (10%). Tujuan penelitian adalah menganalisis
hubungan faktor individu dengan kelelahan subyektif. Pengukuran kelelahan
dengan menggunakan KAUPK2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik
pendekatan crossectional. Sampel yang diambil sebanyak 54 orang dari 122 pekerja Pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji korelasi pearson untuk menghubungkan variabel umur, massa kerja, beban kerja, energi kerja, dan uji chi square untuk menghubungkan
variabel status perkawinan. Hasil penelitian bahwa responden yang mengalami kelelahan ringan sebanyak 9 orang (16,7%), kelelahan sedang sebanyak 38 orang (70,4%), dan kelelahan berat sebanyak 7 orang (13%). Variabel yang memiliki hubungan dengan kelelahan kerja adalah umur (p-value=0,01), massa kerja (pvalue=0,031), beban kerja (p-value=0,000) dan energi kerja (p-value=0,015). Variabel status perkawinan tidak berhubungan dengan kelelahan kerja (pvalue=0,153).
Abtrak (Bhs. Inggris)Work fatigue is the protection mechanism of the body that is felt subjectively that occurs due to physical or mental work repeatedly characterized by the weakening activity, weakening the motivation and physical exhaustion. Survey fatigue to 10 workers at PT Makmur Sejahtera Wana found that workers experience mild fatigue (20%), moderate fatigue (70%) and severe fatigue (10%). The purpose of this research was to analyze the relationship with the individual factors of subjective fatigue. The independent variables is fatigue measured through Indonesia Fatigue Instrument (Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja). This research is an observational analytic cross sectional approach. Samples as much as 54 people from 122 workers with sampling method using proportional stratified random sampling. Bivariate analysis is used korelasi pearson regression variables age, mass work, workload, work energy, and chi square test for linking marital status variables. The results showed that respondents who experience mild fatigue as much as 9 (16.7%), fatigue was as many as 38 people (70.4%), and severe fatigue of 7 people (13%). There is significant connection with work fatigue were age (p-value = 0.01), mass work (p-value = 0.031), workload (p-value = 0.000) and energy work (p-value = 0.015). There was no relations between marital status with fatigue (p-value = 0.153).
Kata kuncikelelahan, faktor individu, pekerja
Pembimbing 1Nur Ulfah,S. K.M, M.Sc
Pembimbing 2Suryanto, S. K.M., M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2014-08-25 11:49:28.96223
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.