Artikel Ilmiah : C1A010061 a.n. SITI MARYAM
| NIM | C1A010061 |
|---|---|
| Namamhs | SITI MARYAM |
| Judul Artikel | ANALISIS BENEFIT AND COST PADA USAHATANI SALAK ORGANIK DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI DESA GUNUNGGIANA KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “ Analisis Benefit and Cost Pada Usahatani Salak Organik dan Strategi Pengembangannya di Desa Gununggiana Keamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara ”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbandingan antara manfaat dan biaya pada usahatani salak organik dan merumuskan alternatif strategi pengembangan pada usahatani salak organik di Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan survei terhadap para petani salak organik yang tergabung dalam kelompok tani, populasi nya berjumlah 23 orang yang diambil secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis perbandingan manfaat dan biaya digunakan metode NPV, IRR dan BCR. Sedangkan untuk merumuskan alternatif strategi pengembangan digunakan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, luas tanah yang ditanamani salak organik adalah 38.86 ha, dengan rata-rata panen yaitu 81.852 kg setiap tahunnya. Rata-rata keuntungan petani sebesar Rp8.655.286 setiap tahunnya. Dari hasil analisis perbandingan biaya dan manfaat dapat diperoleh: (1) nilai NPV pada usahatani salak organik sebesar Rp276.787.796,99 pada tingkat discount factor 3,76 persen selama tiga tahun, sehingga dilihat dari kriteria NPV usahatani ini menguntungkan. (2) nilai IRR diperoleh pada penelitian ini tak hingga dan memiliki nilai IRR yang tinggi karena NPV selalu positif. (3) nilai BCR diperoleh sebesar 1,40 pada tingkat discount factor 3,76 persen, hal ini menunjukan bahwa usaha ini menguntungkan. (4) hasil analisis SWOT, usahatani salak organik berada pada posisi internal dan eksternal (Matriks IE) strategi pengembangannya berada pada daerah utama I, sehingga strategi yang baik yang dapat digunakan adalah strategi tumbuh dan kembangkan. Strategi-strategi intensif yang digunakan berupa penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Strategi yang dapat digunakan selanjutnya yaitu strategi integrative berupa integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal. Implikasi dari hasil penelitian adalah : (1) komoditas salak organik menjadi komoditas unggulan di Desa Gununggiana, oleh karena itu petani harus terus meningkatkan kualitas salak agar dapat bersaing di pasar yaitu dengan menjalankan usahatani sesuai dengan SOP, (2) adanya kerja sama antara pemerintah dan petani untuk meningkatkan keterampilannya dalam menjalankan usahatani, (3) mengadakan kerja sama untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas salak, yaitu dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan untuk pengembangan agroindustry yang berbahan baku salak, (4) potensi alam Desa Gununggiana mendukung untuk pengembangan salak organik, maka diperlukan adanya sosialisasi dan ajakan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi pemakaian zat kimia pada pelaksanaan usahatani. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT This research was entitled “An Analysis on Benefit and Cost in Organic Salak (Snake Fruit) Farming and its Cultivation Strategy in Gununggiana Village, Madukara Subdistrict, Banjarnegara Regency”. The aim of this research was to know the comparison between the benefit and the cost of organic salak farming and to formulate alternatif cultivation strategy of organic salak farming in Gununggiana village, Madukara sub-district, Banjarnegara Regency. This research was a survey towards organic salak farmers groups. The population was 23 people. The method used in this research was NPV, IRR and BCR method. Meanwhile, to formulate alternatif cultivation strategy, SWOT analysis was employed. Based on the research result, land used of salak cultivation was 38.86 ha. Whereas, the average harvest during three years was 81,852 kg. The analysis result of cost and benefit comparison: (1) NPV in organic salak (Snake Fruit) farming was Rp 276,787,796.99 in factor discount rate at 3.76 percent for three years. Thus, from NPV criteria, this farming was favorable. (2) IRR obtained in this research was infinite and has high IRR values because NPV was always positive. (3) BCR was 1,40 at factor discount rate 3.76 percent. It shows that this business was favorable. (4) analysis result of SWOT, organic salak farming was in internal and external position (Matrix IE) the cultivation strategy was in the Main Zone I, therefore the best strategy which could be used was grow and cultivate strategy. Intensive strategies used are market penetration, market development and product development. Strategies that can be used next is integrative strategy, such as backward integration, forward integration, and horizontal integration. The strategy of intensive because it requires intensive efforts to improve the position of the business activities through existing products. The implications of the research result were: (1) organic salak became mainstay commodity in Gununggiana village, therefore, farmers should keep improving the quality to compete in market i.e. by running the business based on POS, (2) there should be cooperation between government and farmers to improve farmers’ skill in running their farming business, (3) carrying out trainings about agro-industry of salak to improve farmers’ knowledge and skill, (4) nature potential of Gununggiana village supports the cultivation of organic salak, therefore there should be appeal and socialization to keep the environment save from chemical substance in order to make salak farming develop. Keywords: farming, Analysis of Benefit and Cost, SWOT analysis |
| Kata kunci | Usahatani, Analisis Benefit and Cost, analisis SWOT |
| Pembimbing 1 | Drs. Nurul Anwar, Ms, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dra. Neni Widayaningsih, M.M |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 26 |
| Tgl. Entri | 2014-08-17 15:24:13.733243 |