Artikel Ilmiah : D1E010111 a.n. FAISOL MIFTACHUL HUDA

Kembali Update Delete

NIMD1E010111
NamamhsFAISOL MIFTACHUL HUDA
Judul ArtikelKECERNAAN DAN NERACA NITROGEN BERBAGAI BANGSA SAPI POTONG LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi potong lokal terhadap kecernaan dan neraca nitrogen secara in vivo. Penelitian ini menggunakan empat bangsa sapi potong lokal yang terdiri dari empat Sapi Bali, empat Sapi Madura, empat Sapi Peranakan Ongole, dan empat Sapi Crossing dengan kisaran umur 1,5-2 tahun dan bobot badan awal 200-280 kg (=2,5). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Sapi ditempatkan pada kandang individual dan diberi pakan berdasarkan kebutuhan bahan kering 3,3% bobot badan. Imbangan pakan jerami padi amoniasi dan konsentrat (40% : 60%). Peubah yang diukur adalah kecernaan dan neraca nitrogen dengan metode koleksi total. Pengambilan sampel terhadap pemberian, sisa pakan (jerami padi amoniasi dan konsentrat), feses dan urin untuk analisis nitrogen menggunakan cara cuplikan ganda (komposit). Hasil analisis variansi menunjukkan nilai kecernaan dan neraca nitrogen dipengaruhi oleh bangsa sapi (P<0,01). Uji BNJ menunjukkan bahwa kecernaan nitrogen bangsa sapi Crossing tertinggi (P<0,01) dibandingkan dengan bangsa sapi Madura, Bali, dan Peranakan Ongole, akan tetapi kecernaan nitrogen pada bangsa sapi Bali tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan kecernaan nitrogen pada bangsa sapi Peranakan Ongole. Neraca nitrogen bangsa sapi P1 (Crossing) tertinggi (P<0,01) dibandingkan dengan bangsa sapi Madura, Bali dan Peranakan Ongole, sedangkan neraca nitrogen pada sapi Madura, Bali dan Peranakan Ongole tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kecernaan dan neraca nitrogen dipengaruhi oleh bangsa sapi. Semakin tinggi konsumsi N dan semakin rendah nilai ekskresi N maka semakin tinggi pula kecernaan dan neraca nitrogennya.


Abtrak (Bhs. Inggris)The aim of this research was to determine the effect of local beef cattle breed on digestibility and nitrogen balance (in vivo). Local beef cattle breeds were Bali cattle, Madura cattle, Ongole Crossbreed cattle and Crossbreed cattle with the age range of 1.5-2 years old and initial body weight of 200-280 kg (=2.5). The method was experimental using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 repetitions. The cattles were housed in individual cages and were fed based on the needs of dry matter 3.3% of body weight. Feeding treatments were ammoniated rice straw and concentrate diets (40% : 60%). The variables measured were digestibility and nitrogen balance, with total collection method. Sampling of feed giving, residual feed (ammoniated rice straw and concentrate), feces and urine for nitrogen using multiple thumbnail method (composite). Based on analysis of variance, the value of digestibility and nitrogen balance affected by local beef cattle breeds (P<0.01). HSD results showed that the highest nitrogen digestibility was Crossbred cattle (P<0.01) compared to Madura, Bali and Ongole Crossbreed, however between Bali cattle and Ongole Crossbreed were not significantly different (P>0.05). The highest nitrogen balance was Crossbred cattle (P<0.01) compared to Madura, Bali and Ongole Crossbreed, but the balance of nitrogen in cattle Madura, Bali and Ongole Crossbreed were not significantly different (P>0.05). Based on the results, it could be concluded that the highest nitrogen digestibility was Crossbred cattle. That higher N consumption and the lower of the excretion value, that the higher N digestibility and nitrogen balance.


Kata kunciSapi, kecernaan, neraca-nitrogen
Pembimbing 1Dr. Sc.Agr. Ir. Muhammad Bata, MS
Pembimbing 2Dr. Ir. Sri Rahayu, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2014-08-16 20:54:15.210012
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.