Artikel Ilmiah : G1B010009 a.n. ASTI DWI NOVERINA

Kembali Update Delete

NIMG1B010009
NamamhsASTI DWI NOVERINA
Judul ArtikelPEMANFAATAN SERBUK ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA AIR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pencemaran lingkungan oleh logam berat terjadi karena kegiatan seperti industri, pertanian dan limbah perkotaan. Logam berat yang berbahaya terhadap kesehatan salah satunya yaitu Kadmium. Kadmium dan bentuk garamnya banyak digunakan pada beberapa jenis pabrik untuk proses produksinya.Terakumulasinya Kadmium dalam tubuh menyebabkan defisiensi enzim sehingga terjadi gangguan pada paru (emfisema). Gejala toksisitas muncul setelah paparan jangka panjang oleh kadmium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Kadmium sebelum dan setelah perlakuan menggunakan serbuk eceng gondok (Eichhornia crassipes) serta untuk mengetahui dosis serbuk eceng gondok yang paling efektif untuk menurunkan kadar Kadmium. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan metode pre-post test group design. Model rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 kali pengulangan. Uji statistik yang digunakan adalah Anova dengan α = 0,05. Hasil penelitian kadar Kadmium sebelum perlakuan yaitu 11,80 mg/l, rata-rata setelah perlakuan dengan dosis 10 mg, 20 mg dan 30 mg masing-masing 6,90; 6,75 dan 9,62 mg/l. Hasil analisis menunjukkan ketiga dosis serbuk eceng gondok tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk menurunkan kadar Kadmium dan dosis yang paling efektif yaitu dosis 20 mg. Bagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas diharapkan melakukan pemantauan terhadap logam berat Kadmium yaitu dengan melakukan pemeriksaan rutin kandungan air limbah yang dihasilkan oleh perindustrian dan mewajibkan untuk melakukan pengolahan air limbah sebelum dibuang ke badan sungai. Bagi masyarakat diharapkan mampu mengelola sumber air dengan media yang sederhana dan dapat dijangkau yaitu dengan pemanfaatan tanaman eceng gondok yang dijadikan serbuk dengan dosis 20 mg sebagai adsorben dalam pengolahan air bersih.
Abtrak (Bhs. Inggris)Environmental pollution by heavy metals occurs due to activities such as industry, agriculture and urban waste. Heavy metals that are harmful to the health of one of them is Cadmium. Cadmium and salt are widely used in the form of some kind at some factory for the production process. Cadmium accumulates in the body causing enzyme deficiency resulting in disruption of the lung (emphysema). Symptoms of toxicity appears after long-term exposure by cadmium. The aims of the research to determine the Cadmium levels before and after treatment using the Eichhornia crassipes powder and to determine the dose of Eichhornia crassipes powder most effective way to reduce levels of Cadmium. This type of research is experimentation with methods of pre-post test group design. The model design used was completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 repetitions. The statistical test used was ANOVA with α = 0.05. The results of the study before treatment that Cadmium levels of 11.80 mg/ l, the average after treatment with a dose of 10 mg, 20 mg and 30 mg, respectively 6,90; 6.75 and 9.62 mg/l. The analysis showed three doses of the Eichhornia crassipes powder showed significant differences for the lower levels of Cadmium and most effective dose is 20 mg dose. For the Environment Agency Banyumas expected to monitor the heavy metal Cadmium is by doing routine checks the content of the wastewater generated by the industry and required to perform wastewater treatment before discharge into water bodies. For the people expected to be able to manage water resources with a media that is simple and can be reached by the use 20 mg of Eichhornia crassipes powder as an adsorbent in water treatment.
Kata kunciSerbuk Eceng Gondok, Adsorben, Kadmium
Pembimbing 1Saudin Yuniarno, SKM, M.Kes
Pembimbing 2Agnes Fitria Widiyanto, SKM, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2014-08-16 10:01:45.348838
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.