Artikel Ilmiah : A1L010134 a.n. NASRUDIN

Kembali Update Delete

NIMA1L010134
NamamhsNASRUDIN
Judul ArtikelPengaruh Frekuensi dan Penambahan Konsentrasi Urin Kelinci terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon dalam Sistem Hidroponik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini antara lain: (1). Mengetahui penambahan konsentrasi pupuk A-B dengan urin kelinci yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman melon; (2). Mengetahui frekuensi pemberian pupuk A-B yang ditambah dengan urin kelinci yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman melon; dan (3). Mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan frekuensi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor 1 yaitu konsentrasi yang terdiri dari 5 taraf, dan faktor 2 yaitu frekuensi yang terdiri dari 2 taraf. Konsentrasi yang digunakan antara lain K0 (2 ml AB mix + air mencapai 1, tanpa urin kelinci), K1 (5 ml urin kelinci + 2 ml AB mix + air mencapai 1 liter), K2 (10 ml urin kelinci + 2 ml AB mix + air mencapai 1 liter), K3 (15 ml urin kelinci + 2 ml AB mix + air mencapai 1 liter), dan K4 (20 ml urin kelinci + 2 ml AB mix + air mencapai 1 liter). Sedangkan frekuensi yang digunakan sebagai perlakuan antara lain F1 (1 hari sekali), dan F2 (2 hari sekali). Data dianalisis menggunakan Uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati meliputi panjang tanaman, jumlah daun, umur panen buah, umur panen tanaman, saat bunga pertama, total padatan terlarut, bobot buah, diameter buah, dan tebal daging buah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan urin kelinci pada konsentrasi 5 ml (K1) meningkatkan bobot buah 21,84 %. Bobot buah pada perlakuan tersebut sebesar 1.060 g. Perlakuan penambahan konsentrasi urin kelinci pada konsentrasi 10 ml (K2) meningkatkan total padatan terlarut 20,33 %. Total padatan terlarut pada perlakuan tersebut sebesar 6,81 % Brix. Perlakuan frekuensi pada F1 (1 hari sekali) lebih baik daripada F2 (2 hari sekali) untuk panjang tanaman, jumlah daun, bobot buah, diameter buah, dan umur panen. Interaksi antara konsentrasi dan frekuensi menurunkan umur panen buah tetapi meningkatkan total padatan terlarut.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims at: (1). Determining the effective concentration addition of A-B fertilizer with rabbit urine for growth and yield of melon, (2). Determining the effective frequency of A-B fertilizer with rabbit urine addition for growth and yield of melon, and (3). Determining the effect of interaction between concentration and frequency for growth and yield of melon. The research used factorial Completely Randomized Design (CRD) with 2 factors. The first factor was 5 levels of consentration, and the second factor was 2 levels of frequency. The concentrations were K0 (2 ml AB mix + water till 1 liter, without rabbit urine), K1 (5 ml rabbit urine + 2 ml AB mix + water till 1 liter), K2 (10 ml rabbit urine + 2 ml AB mix + water till 1 liter), K3 (15 ml rabbit urine + 2 ml AB mix + water till 1 liter), and K4 (20 ml rabbit urine + 2 ml AB mix + water till 1 liter). While the frequencied were F1 (once a day), and F2 (once in two days). The data were analyzed with the F test, if there was a treatment effect, it was followed by DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) at 5% error level. Variables of observation were plant height, leaf number, fruit age at harvest, plant age at harvest, first flower, total soluble solid, weight of fruit, diameter of fruit, and thickness of flesh. The result showed the concentration addition of rabbit urine at 5 ml (K1) increased weight of fruit 21.84 %. Weight of fruit in the treatment was 1,060 g. The treatment of concentration addition of rabbit urine at 10 ml (K2) increased total soluble solid 20.33 %. Total soluble solid in the treatment was 6.81 % Brix. The frequency of F1 (once a day) was better than F2 (once a two days) for plant height, leaf number, weight of fruit, diameter of fruit, and plant age at harvest. The interaction between concentration and frequency decreased fruit age at harvest but increased total soluble solid.
Kata kunciMelon, urin kelinci, dan sistem hidroponik
Pembimbing 1Ir. Bambang Rudianto W, M.P.
Pembimbing 2Ir. Slamet Rohadi S, M.Agr.St.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2014-07-22 12:32:42.490028
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.