Artikel Ilmiah : P2PA11030 a.n. BAYU WIDIYANTO, S.Si

Kembali Update Delete

NIMP2PA11030
NamamhsBAYU WIDIYANTO, S.Si
Judul ArtikelKAJIAN KANDUNGAN TEMBAGA PADA UDANG PENAEID YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN CILACAP DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERSEPSI MASYARAKAT DI SEKITARNYA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kawasan Segara Anakan Cilacap (SAC) sangat penting dalam mendukung upaya konservasi ekosistem mangrove. Fungsinya yaitu sebagai feeding dan nursery ground dari beberapa komoditas perikanan termasuk udang penaeid. Kegiatan di sekitarnya berkontribusi dalam pencemaran logam berat yang akan mengakibatkan penurunan kualitas air dan gangguan kehidupan udang penaeid. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan tembaga pada air, sedimen, dan udang penaeid yang tertangkap di SAC; mengetahui persepsi masyarakat tentang pencemaran tembaga di perairan SAC; serta menganalisis hubungan antara kandungan tembaga pada air, sedimen, dan udang penaeid serta persepsi masyarakat di sekitarnya. Metode penelitian menggunakan survei secara purposive sampling pada enam stasiun dengan tiga kali ulangan selama bulan Februari-April 2013. Sampel diambil pada tiga kawasan, terdiri atas kawasan timur (SA-3-5 dan SA-3-16), kawasan tengah (SA-2-28 dan SA-3-46), dan kawasan barat (SA-2-24 dan SA-1-10). Pengukuran kandungan tembaga menggunakan SSA. Data persepsi masyarakat didapatkan dari wawancara menggunakan kuesioner. Kandungan tembaga pada air berkisar antara 0,003-0,012 mg/l; pada sedimen berkisar antara 4,90-9,39 mg/kg; dan pada udang penaeid berkisar antara 5,29-18,90 mg/kg. Kandungan tembaga pada air, sedimen, dan udang penaeid yang tertangkap masih di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. Sebagian besar masyarakat berpersepsi tidak setuju tentang pencemaran logam tembaga di perairan SAC. Skor persepsi tertinggi dijumpai di kawasan tengah (skor 189), kemudian barat (skor 182) dan kawasan timur (skor 174). Kandungan tembaga pada air yang meningkat mengakibatkan peningkatannya pada sedimen (r = 0,185). Demikian pula, kandungan tembaga di sedimen yang meningkat mengakibatkan peningkatannya pada udang (r = 0,112). Karena sifat mobilitas udang dan proses hidrodinamika serta keberadaan clay yang dominan di kawasan tengah menyebabkan akumulasi kandungan tembaga pada udang yang tinggi pada kawasan tengah. Hal tersebut juga mempengaruhi persepsi masyarakat tentang pencemaran tembaga yang tertinggi di kawasan tengah. Persepsi masyarakat dipengaruhi oleh pengamatan setelah melihat kondisi abiotik dan biotik yang terjadi di lingkungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Segara Anakan Cilacap (SAC) is very important to support conservation of mangrove ecosystem. It functions as feeding and nursery ground of several fishery commodities including penaeid shrimps. However, surrounding activities contribute to the contamination of heavy metals which result in the decrease of water quality as well as disturbance on penaeid shrimps. The research aims are to determine the copper concentration in water, sediments, and caught penaeid shrimps; determine people’s perception on copper contamination in SAC; analyze correlation of the copper concentration in water, sediments and penaeid shrimps along with the surrounding people’s perception. This research employed purposive sampling survey on six stations by three times repetition during February-April 2013. The samples were taken in three areas where comprised eastern areas (SA-3-5 and SA-3-16), middle areas (SA-2-28 and SA-3-46), and western areas (SA-2-24 and SA-1-10). The concentration of copper was measured by AAS. People’s perception were obtained through interview by questionnaire. The concentration of copper in water varies around 0.003-0.012 mg/l; in sediments varies around 4.90-9.39 mg/kg; and in penaeid shrimps varies around 5.29-18.90 mg/kg. The copper concentration in water, sediment and shrimps are still below with threshold. The people’s perception showed their disagreement toward the contamination of copper in SAC. The highest perception score was found in middle areas (score 189), then western areas (score 182) and eastern areas (score 174). The increased copper concentration in water causes its increase on sediments (r = 0.185). Similarly, the increased copper concentration in sediment increase on shrimps (r = 0,112). Due to the mobility of shrimps, the hydrodynamic process, and the dominant clay existence in middle areas, it causes high accumulation of copper concentration in shrimps in middle areas. This condition also affects the people’s perception on the highest copper contamination in middle areas. Their perception is influenced by observation after looking at the biotic and abiotic condition in the environment.
Kata kuncibioakumulasi, tembaga, udang penaeid, persepsi masyarakat, Segara Anakan Cilacap
Pembimbing 1Dr.rer.nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si
Pembimbing 2Dr. Ir. Ismangil, M.S
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2014-06-03 09:04:18.869589
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.