Artikel Ilmiah : G1D010044 a.n. DESI SERLI SUSANTI
| NIM | G1D010044 |
|---|---|
| Namamhs | DESI SERLI SUSANTI |
| Judul Artikel | NASKAH PUBLIKASI SKRIPSI KESIAPSIAGAAN KELUARGA DI DESA MELUNG SEBAGAI DESA RAWAN BENCANA ANGIN TOPAN DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang berbagai wilayahnya berada dalam zona rawan bencana, rekapitulasi BNPB tahun 2013 menyebutkan telah terjadi 1.387 kejadian bencana. Kejadian tersebut menyebabkan 821 jiwa meninggal dan hilang, serta 3.557.588 jiwa menderita dan mengungsi. Salah satu angka kejadian bencana yang cukup tinggi di Indonesia adalah bencana angin topan yakni sebanyak 161 titik. Hasil pemetaan rawan bencana angin topan BNPB tahun 2011, Kabupaten Banyumas merupakan ranking 1 nasional, dengan 21 titik rawan bencana. Salah satu desa yang rawan bencana angin topan adalah Desa Melung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan keluarga di Desa Melung sebagai desa rawan bencana angin topan di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Maret tahun 2014. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 kepala keluarga dengan rentang usia 21-80 tahun. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean 24,7 rata-rata keluarga kurang siap menghadapi bencana angin topan. Presentasi kesiapsiagaan 45,9% tidak siap, 45% kurang siap dan 9% siap. Usia yang paling dominan kurang siap menghadapi bencana angin topan adalah 16-40 tahun 20,7%, dengan jenis kelamin laki-laki 43,2% dan tingkat pendidikan SD 33,3%. Berdasarkan hasil uji spearman, nilai p = 0,048 pada variabel pendidikan artinya ada hubungan antara pendidikan dengan kesiapsiagaan. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian kesiapsiagaan keluarga di Desa Melung rata-rata kurang siap, dengan presentasi tidak siap 45,9% dan kurang siap 45,0%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Indonesia is a country which has various areas on the disaster prone zones, recapitulation BNPB in 2013 said there has been a 1,387 disaster. The incident has caused 821 people die and disappear, and also 3,557,588 people are suffering and displaced. One of catastrophic event rates were quite high in Indonesia is a typhoon that as many as 161 points. Results of mapping typhoon prone BNPB in 2011, Banyumas is 1 national ranking, with 21 points prone to disasters. One village that is prone to typhoon is Melung village. Objective: The aim of this study was to determine the preparedness of families in the Melung village as the typhoon prone village at Banyumas. Method: This research was descriptive quantitative. The study was conducted in January and March 2014. Number of samples in this study were 111 heads of families with an age range 21-80 years. Measurements were performed using questionnaires. Result: The results showed that the mean value of 24.7 average family less prepared to deal with typhoon. The presentation was unprepared 45.9%, 45% less prepared and 9% prepared. The most dominant age that less prepared for typhoon was 16-40 years 20.7%, with the male gender 43.2% and 33.3% primary school education level. Based on the results of Spearman test, p = 0.048 it means there was relationship between education and preparedness. Conclusion: Based on research in Melung Village the family preparedness on average less prepared, the presentation was unprepared 45.9% and 45.0% less prepared. |
| Kata kunci | Angi Topan, Bencana, Keluarga, Kesiapsiagaan. |
| Pembimbing 1 | Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep |
| Pembimbing 2 | Pujo Rohadi, S.Kep., Ns |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2014-05-26 16:04:06.012074 |