Artikel Ilmiah : P2PA10003 a.n. AMRIS AZIZI, S.T

Kembali Update Delete

NIMP2PA10003
NamamhsAMRIS AZIZI, S.T
Judul ArtikelKAJIAN LINGKUNGAN HIDUP KAWASAN BENCANA TANAH LONGSOR
DI KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bencana alam tanah longsor dapat terjadi karena faktor alam, jenis vegetasi, pemanfaatan lahan pada lereng yang tidak memperhatikan karakter kawasan, kekeliruan pengelolaan lingkungan, dan kebijakan pemerintah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tekstur tanah dan jenis vegetasi; mengetahui kebijakan pemerintah dalam pengendalian lingkungan hidup; serta menganalisis hubungan antara ke duanya di kawasan bencana tanah longsor Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Analisis tekstur tanah dilakukan dengan sistem klasifikasi berdasarkan persentase susunan butir. Analisis vegetasi dilakukan dengan menghitung Indeks Nilai Penting (INP). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui hubungan antara tekstur tanah dan jenis vegetasi, dan kebijakan pemerintah dalam pengendalian lingkungan hidup kawasan bencana tanah longsor di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekstur tanah di stasiun 1 dan 2 adalah silt loam bertekstur halus, tidak mudah longsor, dan mempunyai kesuburan yang cukup. Jenis vegetasi yang dominan yaitu Swietenia macrophylla (INP = 62,60) di Stasiun 1, dan Gnetum gnemon (INP = 81,90) di Stasiun 2. Kebijakan pemerintah dalam pengendalian lingkungan hidup di kawasan bencana tanah longsor adalah dengan strategi penanaman tanaman konservasi. Strategi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi belum cukup efektif dan menyelesaikan masalah. Pemilihan jenis vegetasi pada lereng di kawasan bencana tanah longsor Kecamatan Banyumas mengindikasikan telah dilaksanakannya kebijakan pemerintah dalam pengendalian lingkungan dengan program penanaman tanaman konservasi. Stasiun 1 dengan tekstur tanah silt loam ditanam dengan vegetasi spesies Gnetum gnemon (melinjo), Pinus mercusii (pinus), Swietenia macrophylla (mahoni). Stasiun 2 dengan tektur tanah silt loam ditanam dengan vegetasi spesies Gnetum gnemon (melinjo), Pinus mercusii (pinus), Cocos nucifera (kelapa), Durio zibethinus (durian).
Abtrak (Bhs. Inggris)Landslide can be caused by natural factors, land use without considering the characteristics of the area and the type of vegetation that grows there, oversight of environment management, and government policy. The objectives of this study are to determine soil texture and type of vegetation; determine government policy in managing environment; and analyse the relationship between the factors above on the landslide prone area at Banyumas District in Banyumas Regency. Soil texture analysis was done by using classification system based on the percentage of soil-particle composition. Vegetation analysis was done by measuring Important Value Index (IVI) of the species. The analysis was done to determine the relationship between soil texture and type of vegetation descriptively, and government policy in managing environment on the landslide prone area at Banyumas District in Banyumas Regency. The results showed that soil texture in both Station 1 and Station 2 was fine silt loam, insusceptible to be eroded, and quite fertile. Hence, many species of vegetation were able to grow on it. The dominant vegetation was Swietenia macrophylla (IVI: 62.60) in Station 1, and was Gnetum gnemon (IVI: 81.90) in Station 2. The government policy in managing environment on the landslide prone area was to grow conservation plant. This strategy could give some benefits for people living there but was not effective enough in solving the problem. The selection of vegetation on the landslide prone area indicated that government policy in managing environment by growing conservation plant was implemented. In Station 1 some species such as Gnetum gnemon (melinjo), Pinus mercusii (pinus), Swietenia macrophylla (mahoni) were planted with soil texture of silt loam. Meanwhile, in Station 2, some species such as Gnetum gnemon (melinjo), Pinus mercusii (pinus), Cocos nucifera (coconut), Durio zibethinus (durian) were planted with the same soil texture.
Kata kuncilongsor, tekstur tanah, jenis vegetasi, kebijakan pemerintah
Pembimbing 1Dr. rer. nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si
Pembimbing 2Dr. Angkasa, S.H, M.Hum
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2014-05-22 09:45:39.842052
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.