Artikel Ilmiah : C1A010013 a.n. LINDA MAHARANNY ROHANDA

Kembali Update Delete

NIMC1A010013
NamamhsLINDA MAHARANNY ROHANDA
Judul ArtikelANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE LAHAN NON PERTANIAN DI CIAYUMAJAKUNING TAHUN 2003-2012
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE LAHAN NON PERTANIAN DI CIAYUMAJAKUNING TAHUN 2003-2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, jumlah industri, luas lahan perumahan, dan PDRB sektor pertanian terhadap alih fungsi lahan pertanian di Ciayumajakuning tahun 2003-2012, untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap alih fungsi lahan pertanian di Ciayumajakuning tahun 2003-2012, dan untuk memprediksikan hasil produksi padi akibat adanya alih fungsi lahan pertanian di Ciayumajakuning di tahun selanjutnya. Penelitian ini menggunakkan alat analisis regresi linier berganda data panel, elastisitas, dan trend linier.
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda data paneldari tahun 2003-2012 jumlah industri dan luas lahan perumahan berpengaruh signifikan terhadap alih fungsi lahan pertanian, sedangkan jumlah penduduk dan PDRB sektor pertanian tidak berpengaruh signfikan terhadap alih fungsi lahan pertanian di Ciayumajakuning periode tahun 2003-2012. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk yang bertambah tidak mencerminkan kebutuhan lahan untuk tempat tinggal sehingga tidak terjadi alih fungsi lahan pertanian dan PDRB sektor pertanian hanya memperlihatkan peningkatan atau penurunan dari kegiatan pertanian saja sehingga tidak menyebabkan alih fungsi lahan. Jumlah industri merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap terhadap alih fungsi lahan pertanian di Ciayumajakuning periode tahun 2003-2012. Produksi padi pada tahun selanjutnya akan mengalami kecenderungan penurunan yang disebabkan oleh adanya alih fungsi lahan.
Implikasi dari penelitian ini adalah Pemerintah daerah khususnya wilayah Ciayumajakuning hendaknya menindaklanjuti dari adanya dampak dari alih fungsi lahan pertanian. Meningkatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan industri dan lahan perumahan berakibat pada menurunnya sektor pertanian di Ciayumajakuning. Dengan adanya alih fungsi lahan pada saat ini belum memberikan dampak yang serius terhadap kerawanan pangan, akan tetapi ini bisa menjadi masalah yang serius terhadap ketahan pangan jika semakin banyak alih fungsi lahan ke sektor non pertanian. Industrialisasi yang tinggi diharapkan tidak menyebabkan adanya alih fungsi lahan pertanian namun dapat membantu sektor pertanian dalam mengolah hasil pertanian sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi. Hal ini sesuai dengan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka yang merupakan daerah industri. BAPEDA dan Dinas Pertanian di Ciayumajakuning hendaknya membuat kebijakan dengan menempatkan beberapa wilayah yang sesuai sebagai daerah pertanian sebagai daerah yang dilarang untuk beralih fungsi menjadi lahan pertanian sehingga alih fungsi lahan pertanian tidak akan terjadi. Selain itu, Dinas Pertanian di Ciayumajakuning perlu memberikan penyuluhan pola pertanian yang lebih baik agar meningkatkan hasil produksi padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research entitled “Agriculture Land Conversion into Non Agriculture in Ciayumajakuning Year 2003-2013”. The purpose of this research is to analyze the influence of population, industry amount, housing land area, and GRDP of agriculture sector on agriculture land conversion in Ciayumajakuning year 2003-2013, and to predict paddy production result due to agriculture land conversion in Ciayumajakuning in the coming year. This research using analysis tool of panel data, elasticity, and linear trend multiple linear regression
Based on the analysis result of data panel multiple linear regression from 2003-2012 the amount of industry and housing land area influencing significantly on agriculture land conversion, while population and GRDP of agriculture sector didn’t significantly influence agriculture land conversion in Ciayumajakuning period of 2003-2012. This was caused by the increasing population didn’t reflect the needs of land for residence thus agriculture land conversion didn’t happen and GRDP of agriculture sector only shows the increase or decrease from agriculture activity only thus didn’t cause land conversion. The amount of industry was the most influencing variable on agriculture land conversion in Ciayumajakuning period of 2003-2012. Paddy production in the next yeaar will tend to decrease which caused by land conversion.
The implication of this result is that Local government in particular of Ciayumajakuning area supposed to follow up the impact of agriculture land conversion. The increase of agriculture land conversion into industry and housing land affecting in the decrease of agriculture sector in Ciayumajakuning. There is no serious threat on agriculture land conversion on food insecurity but it could be a serious problem on food security if more agriculture land converted into non agriculture land. High industrialization expected not to cause agriculture land conversion but to help agriculture sector to process agriculture product in order to give high value added. This according to Cirebon and Majalengka Regency which are industry places. BAPEDA andDepartment of Agriculture of Ciayumajakuning supposed to make policy by placing some areas which appropriate as agriculture area as forbidden area to be converted into non agriculture area thus land conversion will not happen. Other than that, the government of Ciayumajakuning needs to give counseling on a better agriculture pattern to increase paddy production result.
Kata kunciAlih Fungsi Lahan, Ciayumajakuning, Data Panel, Elastisitas, Trend Linier
Pembimbing 1Dr. Suprapto, MS
Pembimbing 2Drs. Herman Sambodo, M.P
Pembimbing 3Dra. Neni Widayaningsih, MM
Tahun2014
Jumlah Halaman92
Tgl. Entri2014-05-15 19:02:09.236468
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.