Artikel Ilmiah : C1C010009 a.n. ALAN AFRIYANTO
| NIM | C1C010009 |
|---|---|
| Namamhs | ALAN AFRIYANTO |
| Judul Artikel | Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada Koperasi di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas dan dengan menggunakan 5 koperasi primer aktif. Koperasi primer yang digunakan sebagai sumber data adalah koperasi primer yang dianggap besar dilihat dari jumlah anggota, total aset dan jumlah keuntungan dan kerugian pada tahun 2012. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah mencabut PSAK 27 tentang akuntansi koperasi dan menggantinya dengan SAK ETAP. Pencabutan ini tentunya telah membawa dampak pada penyajian laporan keuangan gerakan koperasi. Pemberitahuan dan sosialisasi yang kurang menyebabkan koperasi-koperasi primer menggunakan standar-standar yang berbeda-beda dalam menyusun laporan keuangan koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada pemerintah dan gerakan koperasi yang berkaitan dengan standar pelaporan keuangan koperasi setelah pencabutan PSAK 27. Analisis Data Teknik dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman , termasuk : Data pengumpulan , reduksi data , display data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah semua koperasi primer di Kabupaten Banyumas belum ada yang menggunakan SAK ETAP secara penuh dan sebagian besar masih menggunakan PSAK 27 sebagai acuan dalam laporan keuangan koperasi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi penerapan standar dalam pelaporan keuangan koperasi primer di Kabupaten Banyumas, yaitu: 1) Penggunaan software akuntansi koperasi, 2) Pelatihan tentang koperasi akuntansi dari pemerintah, 3) Sosialisasi terkait peraturan pemerintah keuangan standar pelaporan koperasi. Seluruh koperasi primer di Kabupaten Banyumas yang dijadikan sumber data menyatakan kemungkinan penerapan SAK ETAP secara penuh apabila pemerintah dapat mengatur peraturan itu secara tegas dan jelas. Kata kunci : Pencabutan PSAK 27, SAK ETAP , akuntansi koperasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is using qualitative approach to use a case study model. This research was conducted in Banyumas Regency and using 5 active primary cooperatives. Primary cooperatives that used as source of data is great cooperative. We considered as great cooperative viewed from the number of members, the total assets and the profit and loss at the end of 2012. The problem that stimulates this research is about revocation of PSAK 27 about cooperative accounting and replaced with SAK ETAP by Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). This revocation must have an impact on the financial statements of the cooperative movement. Lack of notifications and socializations from the government made primary cooperatives are not uniform in drafting cooperative financial report. The aim of this research is beginning to provide input for government and cooperative movement relating to financial reporting standards implementation cooperative after the revocation PSAK 27. The data analysis technic in this research using model developed by Miles and Huberman, including: data collection, data reduction, data display and withdrawal conclusion. The result of this study is to find the evidence that there is no primary cooperative from all primary cooperatives used as a source of data in Banyumas that apply SAK ETAP fully and most of them still apply PSAK 27 as reference in the cooperative financial statement. There are three factors that influence the implementation of standards in the cooperative financial reporting standards in primary cooperatives in Banyumas, namely: 1) Using of the cooperative accounting software, 2) Training and mentoring about cooperative accounting from government, 3) Socialization related regulations cooperative financial reporting standards. The entire primary cooperatives in Banyumas that used as source of data declare the possibility to implement SAK ETAP fully, if the government can set rules explicitly and clearly. Keywords: Revocation of PSAK 27, cooperative accounting, SAK ETAP. |
| Kata kunci | Pencabutan PSAK 27, SAK ETAP , akuntansi koperasi. |
| Pembimbing 1 | Dra Yusriyati Nur Farida, M.Si, A.k |
| Pembimbing 2 | Christina Tri Setyorini, S.E,M.Si, A.k |
| Pembimbing 3 | Drs Amber Lumbantoruan, M.Si,A.k |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 240 |
| Tgl. Entri | 2014-05-14 15:39:33.007512 |