Artikel Ilmiah : C1A008126 a.n. BUDI SATRIO NUGROHO
| NIM | C1A008126 |
|---|---|
| Namamhs | BUDI SATRIO NUGROHO |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2002-2011 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan Antar Kecamatan di Kabupaten Banyumas Tahun 2002-2011”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan distribusi pendapatan antar kecamatan di Kabupaten Banyumas tahun 2002-2011. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder, menggunakan data PDRB atas dasar harga konstan 2000, Pertumbuhan Ekonomi, dan Jumlah Penduduk tahun 2002-2011. Data diperoleh dari BPS Kabupaten Banyumas serta Pemerintah Daerah. Model analisis yang digunakan adalah analisis Tipologi Klassen, perhitungan Indeks Williamson, analisis Korelasi Produk Momen dari Pearson, analisis Trend dan Granger Causality Test. Berdasarkan hasil perhitungan analisis Tipologi Klassen, sebagian besar (55,55 persen) kecamatan di Kabupaten Banyumas masuk kedalam kuadran IV atau daerah relatif tertinggal. Berdasarkan Analisis Trend menunjukkan bahwa trend pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyumas Tahun 2002-2011 menunjukan trend yang menaik, demikian pula dengan trend ketimpangan pendapatan menunjukan trend yang menaik. Ketimpangan distribusi pendapatan antar kecamatan di Kabupaten Banyumas berdasarkan analisis Indeks Williamson termasuk dalam ketimpangan tinggi dengan rata-rata Indeks Williamson sebesar 0,55. Diketahui bahwa selama periode penelitian di Kabupaten Banyumas, Indeks Williamson mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan terdapat hubungan positif tinggi (0,722) antara pertumbuhan ekonomi dengan ketimpangan distribusi pendapatan antar kecamatan di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini adalah meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan masyarakat untuk lebih gencar mensosialisasikan kesadaran keluarga berencana guna mengurangi beban ketergantungan penduduk, sehingga pendapatan per kapita kecamatan di kuadran IV bisa naik dan melakukan spesialisasi kegiatan ekonomi sesuai dengan potensi daerahnya. Peningkatan infrastruktur untuk pengembangan perekonomian lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan atau penambahan sarana pendidikan. Dengan nilai Indeks Williamson yang tinggi, diharapkan agar konsentrasi kegiatan ekonomi di Kabupaten Banyumas tidak hanya terpusat di kecamatan dengan PDRB tinggi. Masyarakat dapat meningkatkan pendapatan melalui investasi dengan dana kredit mikro, serta perpidahan arus produksi yang lancar guna meningkatkan pertumbuhan di daerah yang masih tertinggal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled “Economic Growth and Inter Sub-Regency Income Disparity in Banyumas Regency Year 2002-2011”. The aim of this research is to find out the correlation between economic growth and inter sub-regency income disparity in Banyumas Regency year 2002-2011. This research is analysis of secondary data, using GRDP Based on constant price 200, Economic growth, and total population year 2002-2011. Data obtained from SCA of Banyumas Regency and also the Local Government. Analysis model used is Klassen Typoly, Williamson Index Calculation, Product Moment Correlation Analysis by Pearson, Trend analysis and Granger Casuality Test. Based on the calculation of Klassen Typology analysis, most (55,55 percent) of the sub regency in Banyumas Regency included in quadrant IV or low growth and low income area. Based on trend analysis shows that economic growth trend in Banyumas Regency year 2002-2011 shows increasing trend, as well as the income disparity trend shows incrasing trend. Inter sub-regency icome disparity in Banyumas Regency considered in high disparity with the average of Williamson Index by 0,55. Known that during the research period in Banyumas Regency, Williamson Index affected economic growth and there was positive correlation (0,722) between economic growth and inter sub regency income disparity in Banyumas Regency. The implication of this research is to increase the coordination between Banyumas Regency Government and the people to be more aggressive in socializing Family Planning in order to decrease population dependence burden, thus per capita income of sub regency in quadrant 4 can increase and conduct economy activity specialization according to the area potential. Infrastructure advancement in order to develope local economy and increasing human resources quality through improvement or addition of education facility. With the high number of Williamson Index, expected that concentration of economy in Banyumas Regency activity not only centralized in sub regency with high GRDP. People can increase their income through investment from micro credit fund, and also continuity of production factor in order to increase growth in relatively underdeveloped area. |
| Kata kunci | Economic Growth, Income Inequality. |
| Pembimbing 1 | Dra. Nunik Kadarwati, M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Rahmat Priyono, ME |
| Pembimbing 3 | Ratna Setyawati G. SE, M.Si |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 99 |
| Tgl. Entri | 2014-05-11 12:42:24.803738 |