Artikel Ilmiah : A1G011004 a.n. ISOH ROMASOH
| NIM | A1G011004 |
|---|---|
| Namamhs | ISOH ROMASOH |
| Judul Artikel | EFISIENSI PEMIJAHAN IKAN GURAMI (Osphronemus gourami Lac) DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pengembangan kawasan minapolitan di Jawa Tengah dilakukan dengan prinsip untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar. Pengembangan perekonomian yang berorientasi global dengan membangun keunggulan komparatif pada produk daerah, dan pengembangan usaha yang efektif, efisien dan berdaya saing. Usaha yang dikembangkan antara lain usaha pemijahan, pembenihan, pembesaran, pengolahan dan pembuatan pakan ikan. Pemijahan ikan gurami di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng sudah berlangsung cukup lama, dan pada umumnya dilakukan dengan sistem “Monokultur Berpasangan” dan “Monokultur Umbaran”. Penelitian efisiensi pemijahan ikan gurami (Osphronemus gourami Lac) di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas bertujuan: 1) menghitung besarnya biaya produksi yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh pada usaha pemijahan ikan gurami sistem “Monokultur Berpasangan” dan “Monokultur Umbaran”; 2) menghitung efisiensi usaha pemijahan ikan gurami sistem “Monokultur Berpasangan” dan “Monokultur Umbaran”; 3) menghitung perbedaan pendapatan dan efisiensi yang diperoleh dalam usaha pemijahan ikan gurami sistem “Monokultur Berpasangan” dan “Monokultur Umbaran”. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Pengambilan data dilaksanakan tanggal 4 Desember 2013 sampai 12 Januari 2014 di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Jumlah sampel “Monokultur Berpasangan” sebanyak 24 orang, sedangkan “Monokultur Umbaran” sebanyak 6 orang. Metode analisis yang digunakan meliputi: biaya, penerimaan, pendapatan, efisiensi, dan uji beda pendapatan dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk satu periode (40 hari) pada usaha pemijahan ikan gurami sistem “Monokultur Berpasangan” sebesar Rp1.633.721,00 dan “Monokultur Umbaran” sebesar Rp1.032.672,00. Rata-rata pendapatan yang diperoleh pada usaha pemijahan ikan gurami sistem “Monokultur Berpasangan” sebesar Rp1.389.883,00 dan “Monokultur Umbaran” sebesar Rp561.495,00. Nilai efisiensi (R/C ratio) pada usaha pemijahan ikan gurami sistem “Monokultur Berpasangan” sebesar 1,85 dan “Monokultur Umbaran” sebesar 1,54 artinya, usaha pemijahan ikan gurami baik sistem “Monokultur Berpasangan” maupun “Monokultur Umbaran” sangat baik untuk diusahakan karena memiliki nilai R/C ratio lebih besar dari 1. Pemijahan sistem “Monokultur Berpasangan” lebih efisien daripada sistem “Monokultur Umbaran”. Tidak terdapat perbedaan pendapatan dan efisiensi usaha pemijahan ikan gurami pada sistem “Monokultur Berpasangan” dan “Monokultur Umbaran”. Kata kunci : Efisiensi, Pemijahan, Ikan Gurami |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The development of minapolitan area in Central Java has been done to develop civilizatioan economic based on market mechanism. Economical development which has global orientation to build comparative superior in region product, and business development efectively, efisienly and competitive. Efforts has been done such as, spawing, seeding, nature, cultivate and produce the fish pallet. The spawing carp in Beji village, Kedungbanteng Sub District has been done long time ago, generally used “Monokultur Berpasangan” and “Monokultur Umbaran” system. The research about the Efficiency of Spawing Carp (Gourami osphronemus Lac) in Beji Village, Kedungbanteng Sub District, Banyumas District has aim: 1) to calculate about the amount of production budget and income that are gotten in the effort of spawing carp by system of “Monokultur Berpasangan” and “Monokultur Umbaran”; 2) to calculate efficiency the effort of spawing carp by system of “Monokultur Berpasangan” and “Monokultur Umbaran”. 3) to calculate the differences the income and efficiency that are gotten in the effort of spawing carp by system of “Monokultur Berpasangan” and “Monokultur Umbaran”. This research uses survey methode. Data was taken on 4th December 2013 until 12th January 2014 in Beji Village, Kedungbanteng Sub District, Banyumas District. Sample was taken by Stratified Random Sampling sum of sample from “Monokultur Berpasangan” are 24 people, mean while “Monokultur Umbaran” are 6 people. Analysis methode are consist of cost, intake, income, efficiency and differential income test and efficiency. The avarege of the production expance that are gotten one periode (40 days) in the effort of spawing carp by system “Monokultur Berpasangan” is Rp1.633.721,00 and “Monokultur Umbaran” is Rp1.032.672,00. The avarege of the income that are gotten in the effort of spawing carp by system “Monokultur Berpasangan” is Rp1.389.883,00 and “Monokultur Umbaran” is Rp561.495,00,00. The efficiency valete R/C ratio the effort of spawing carp by system “Monokultur Berpasangan” is 1,85 and “Monokultur Umbaran” is 1,54 that means, the effort of spawing carp good to be conducted because of the grater of R/C 1. R/C value in “Monokultur Berpasangan” is efficiency “Monokultur Umbaran” system. There is not differences both of income and efficiency effort of spawing carp in “Monokultur Berpasangan” and “Monokultur Umbaran” system. Keyword: Efficiency, Spawing, Carp |
| Kata kunci | Efisiensi, Pemijahan, Ikan Gurami |
| Pembimbing 1 | Ir. Hj. Sri Widarni, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Ir. Hj. Pudji Hastuti P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 112 |
| Tgl. Entri | 2014-05-09 13:46:55.724384 |