Artikel Ilmiah : F1A008050 a.n. BAGUS KUSUMA ADI
| NIM | F1A008050 |
|---|---|
| Namamhs | BAGUS KUSUMA ADI |
| Judul Artikel | POSISI BAWOR BAGI MASYARAKAT BANYUMAS ( Studi Analisis Perspektif Bawor Sebagai Ikon Warga Banyumas Di Era Masa Kini) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bawor adalah sosok Punakawan Gagrag Banyumasan yang memiliki sifat Cablaka yang sangat menggambarkan karakter masyarakat Banyumas. Konstruksi simbol Bawor bagi Masyarakat Kabupaten Banyumas begitu kental sehingga masyarakat Banyumas Bangga dengan Ikon Bawor. Oleh karena itu, dibutuhkan penelaahan mengenai Bawor dan maknanya bagi Masyarakat Banyumas yang dikontekskan dengan globalisasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah bagaimana masyarakat Banyumas yang menempatkan Bawor dalam kehidupan sehari-harinya dan bagaimana karakter warga Banyumas yang disimbolkan dengan Bawor di era Globalisasi. Sedangkan metode yang digunakan adalah dengan metode penelitian Kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat kesamaan karakter masyarakat Banyumas disepakati secara umum yaitu Cablaka (jujur, lugas, terus terang apa adanya tanpa ada yang ditutupi), tidak mudah dipengaruhi, kuat dalam memegang teguh pendirianya, mayoritas berbicaranya menggunakan bahasa dialek Banyumasan dalam keseharinya. Bahasa Dialek Banyumasan tidak hanya merupakan sebuah instrumen untuk berkomunikasi saja bagi orang Banyumas melainkan juga untuk mendefinisikan kehidupan sehari-harinya sebagai identitas diri dan karakter orang Banyumas. Karakter Masyarakat Banyumas ini memiliki karakter yang sama pada sosok Bawor yang ada pada pewayangan Gaggrag Banyumasan yaitu sifat jujur, Cablaka. Bawor dimaknai tidak hanya sekedar representasi rakyat Banyumas tapi juga memiliki makna bagi masyarakat itu sendiri. Masyarakat Banyumas memaknai Bawor sebagai: Bawor sosok wayang yang menghibur, Bawor sebagai Jimat bagi masyarakat Banyumas, Bawor sebagai spirit melawan Korupsi, Bawor sebagai guru yang baik tentang Kejujuran dan sangat berorientasi kerakyatan. Cablaka sebagai karakter utama masyarakat Bannyumas di era Globalisasi ini sudah mulai memudar akibat pengaruh produk-produk Globalisasi. Bawor saat ini hanya dikonsumsi sebagai gambar, simbol dan ikon secara visualnya saja bukan dimaknai sebagai identitas Banyumas yang Cablaka (jujur, lugas, Tegas) dan berorientasi kerakyatan. Kata kunci: Banyumas, Bawor, Cablaka, Dialek Banyumasan, Globalisasi |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bawor is Punakawan Gagrag Banyumasan figure have Cablaka’s value which describe the character of Banyumas people. Construction of Bawor’s symbol for Banyumas people is so viscous and Banyumas people is so pround to Bawor. Therefore, it takes about Bawor study and its significance for the People Banyumas contextualized with globalization. The purpose of this study is how Banyumas people put the Bawor in daily life and how the character is symbolized by Bawor in Banyumas society in the era of Globalization. The method used is descriptive qualitative research and using purposive sampling tehnique. The results of this study revealed that there is a common character of Banyumas society in general is Cablaka (honest, straightforward, forthright and candid without being covered), not easily influenced, strong in his stance, and the majority of speech using the Banyumasan dialect in daily activity. Banyumas dialect is not only an instrument for the people to communicate but also to define their daily lives as the identity and character of the Banyumas people. Banyumas society's character has the same character in the figure of Bawor that of the puppet Gaggrag Banyumasan is honest, and Cablaka. Bawor interpreted not just a representation of the Banyumas but also has meaning for the community itself. Banyumas people interpret Bawor as: Bawor is entertaining puppet figure, Bawor as a mascot for Banyumas people, Bawor as the spirit against corruption, Bawor as a good teacher always teaches honesty and welfare-oriented. Cablaka as the main character of Banyumas people in globalization era has fadded because the effect of globalization’s product. Bawor currently only consumed as images, symbols and icons in visual effect but not interpreted as Banyumas identity as Cablaka (Honest, Straightforward, Resolute) and welfare-oriented. |
| Kata kunci | Kata kunci: Banyumas, Bawor, Cablaka, Dialek Banyumasan, Globalisasi |
| Pembimbing 1 | Dr. Rawuh Edy P., M.Si |
| Pembimbing 2 | Drs. Nalfaridas Baharudin, M.Hum |
| Pembimbing 3 | Drs. FX Wardiono, M.si |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2014-05-08 13:12:50.718534 |