Artikel Ilmiah : F1F009028 a.n. NICK SETIADI

Kembali Update Delete

NIMF1F009028
NamamhsNICK SETIADI
Judul ArtikelMimicry, Hybridity, and Ambivalence in Achebe's No Longer at Ease
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Mimicry, Hybridity, and Ambivalence in Achebe’s No Longer at Ease” bertujuan untuk menemukan hibriditas, mimikri, dan ambivalensi dan mengungkap pengaruhnya di masyarakat dalam novel No Longer at Ease karya Chinua Achebe. Dalam penelitian ini, pendekatan dan teori poskolonial digunakan untuk meneliti novel No Longer at Ease. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Terdapat beberapa langkah dalam meneliti novel ini. Langkah pertama yaitu membaca novel No Longer at Ease untuk memahami isi novel tersebut untuk pengumpulan data. Langkah kedua adalah mengidentifikasi teks yang berisi hibriditas, mimikri, dan ambivalensi. Langkah terakhir adalah menjelaskan hibriditas, mimikri, dan ambivalensi tersebut dan situasinya didukung bukti-bukti yang ada di dalam novel.
Berdasarkan analisis yang ada, penulis menemukan bahwa benturan budaya antara penjajah dan pribumi Nigeria dalam novel No Longer at Ease menimbulkan masalah hibriditas, mimikri, dan ambivalensi bagi kaum pribumi. Hibriditas merupakan konsekuensi dari proses peniruan terhadap budaya barat yang dilakukan masyarakat Nigeria, terutama masyarakat elit terpelajar. Hibriditas melahirkan suatu identitas baru dari masyarakat Nigeria. Akan tetapi, dalam identitas baru ini timbul masalah ambivalensi yang ditunjukan oleh kaum elit dan terpelajar. Sikap ambivalensi masyarakat pribumi Nigeria dipicu oleh adanya kecintaan terhadap penjajah sekaligus membencinya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research entitled “Mimicry, Hybridity, and Ambivalence in Achebe’s No Longer at Ease” aims to find out mimicry, hybridity, and ambivalence, and to reveal the significances in society in novel No Longer at Ease written by Chinua Achebe. This research uses postcolonial approach and theories. Furthermore, the analysis is arranged using descriptive qualitative method.
There are several steps in analyzing this novel. First, the researcher reads the novel to understand the content and to collect the data. Second, the researcher identifies texts which have mimicry, hybridity, and ambivalence. The last step is that the researcher explains the mimicry, hybridity, and ambivalence, and the situations supported by many proofs in the novel.
Based on the analysis, the researcher finds many cultural clashes between colonizers and colonized in the novel No Longer at Ease. The clashes cause mimicry, hybridity, and ambivalence for colonized. The mimicry which is done by Nigerian, especially educated Nigerian, to the western culture is the consequence of hybridity process. Hybridity bears a new identity in Nigerian society. Nevertheless, in the new identity appears ambivalence which is shown by elite and educated people. The ambivalence is triggered by the existence of loving and hating colonizers at once.
Kata kuncimimikri, hibriditas, ambivalensi
Pembimbing 1Tribuana Sari, S.S., M.Si.
Pembimbing 2Mia Fitria Agustina, S.S., S.E., M.A.
Pembimbing 3Rosyid Dodiyanto, S.S., M.Hum.
Tahun2014
Jumlah Halaman55
Tgl. Entri2014-05-07 06:31:28.34169
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.