Artikel Ilmiah : H1K008031 a.n. KHAFIDH ARROSYAD
| NIM | H1K008031 |
|---|---|
| Namamhs | KHAFIDH ARROSYAD |
| Judul Artikel | PERBEDAAN KELIMPAHAN TERIPANG ( HOLOTHUROIDEA) PADA EKOSISTEM TERUMBU KARANG ALAMI DAN BUATAN DI PERAIRAN PANTAI TIMUR PANGANDARAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian yang telah dilakukan berjudul Perbedaan Kelimpahan Teripang (Holothuriodea) pada Terumbu Karang Alami dan Buatan di pantai Timur Pangandaran. Ekosistem terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai jenis organisme termasuk teripang. Secara ekologis, teripang membantu proses dekomposisi zat organik yang ada dalam sedimen, sehingga menghasilkan nutrisi kedalam rantai makanan. Tujuan dari penelitian mengetahui kelimpahan teripang dan hubungan kelimpahan teripang pada terumbu karang di pantai Timur Pangandaran. Metode penelitian menggunakan metode survey. Pengamatan teripang menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1x1 m, sedangkan pengukuran persentase penutupan terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT). Lokasi penelitian dibagi menjadi 2 stasiun dan setiap stasiun terdiri atas 4 transek yang masing-masing transek terdiri 5 plot pengamatan dengan ulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan teripang pada stasiun 1 (terumbu karang alami) lebih tinggi dibandingkan stasiun 2 terumbu karang buatan dengan persentase penutupan karang stasiun 1 (39,38%) dan stasiun 2 (54,54%). Jenis teripang yang ditemukan pada kedua stasiun yaitu Holothuria atra. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara persentase tutupan karang dengan kelimpahan teripang. Pada terumbu karang alami nilai korelasinya (r = 0,945) lebih besar dibanding terumbu karang buatan (r = 0,716). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled Different Abundance of sea cucumber (Holothuriodea) in Natural and Artificial Reefs of Eastern coast of Pangandaran. A coral reef ecosystem is a habitat for wide variety of organisms including sea cucumber. Ecologically, sea cucumber helps in sediment organic matter decomposition, thus generating nutrients for food chain. The research aimed to find out sea cucumber abundant and the relationship with coral reef in Eastern coast of Pangandaran. A survey method applied by observing sea cucumber in a transect of 1 m2. Coverage percentage measurement used Line Intercept Transect (LIT). The research site was divided into 2 stations and each station consisted of 4 transects. Each transect consisted of 5 observation plots in triplicates. Results showed that sea cucumber abundant at station 1 (natural coral reefs) were higher than those in artificial coral reef. Coral coverage percentage in station 1 was 39.38% and 54.54% Station 2. Holothuria atra was species identified in both stations. The analysis showed that strong relationship between coverage percentages of coral cover sea cucumber abundant existed. On the natural reefs correlation value was r = 0.945 being larger than in artificial reefs (r = 0.716). |
| Kata kunci | Kata kunci: Teripang, terumbu karang, persen penutupan karang, Kelimpahan. |
| Pembimbing 1 | Dr. TJAHJO WINANTO, M.Si |
| Pembimbing 2 | RIYANTI, ST., M.Biotech |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2014-05-05 13:32:12.607177 |