Artikel Ilmiah : A1L010073 a.n. UMI SAKINAH

Kembali Update Delete

NIMA1L010073
NamamhsUMI SAKINAH
Judul ArtikelKAJIAN PEMBERIAN TIGA JENIS PUPUK TERHADAP PENYAKIT MOLER DAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH DI LAHAN ULTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian tiga jenis pupuk terhadap penyakit moler di lahan ultisol, dan 2) mengetahui pengaruh pemberian tiga jenis pupuk terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah di lahan ultisol. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juni sampai Agustus 2013 di Desa Suro Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 faktor, jumlah perlakuan ada 8, masing-masing diulang 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk hayati mikoriza dengan 2 taraf yaitu tanpa pemberian pupuk hayati mikroriza dan pemberian pupuk hayati mikoriza sebanyak 10,208 g/tanaman (35 spora campuran Glomus dan Gigaspora). Faktor kedua adalah pupuk anorganik dengan 2 taraf yaitu tanpa pemberian pupuk anorganik dan pemberian pupuk anorganik dengan pengurangan 50% dari dosis anjuran. Faktor ketiga adalah kompos dengan 2 taraf yaitu tanpa pemberian kompos dan pemberian kompos sebanyak 12 kg/petak. Variabel yang diamati adalah gejala serangan dan masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, serta jumlah daun. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila hasil berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncans Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati mikoriza memberikan pengaruh terbaik, mampu memperpanjang masa inkubasi 13,77%, menekan intensitas penyakit moler 63,04%, berpotensi meningkatkan tinggi tanaman 5,36%, dan meningkatkan jumlah daun 26,18% dibandingkan tanpa pupuk hayati mikoriza.
Abtrak (Bhs. Inggris)The research aimed to 1) determine the effect of three types of fertilizer to Moler disease in ultisol land, and 2) determine the effect of three types fertilizer on the growth of onion crop in ultisol land. The research was conducted from June to August 2013 in Suro village of the District Kalibagor Banyumas and Plant Protection Laboratory of Agriculture Faculty Jenderal Sudirman University. Randomized Block Design (RBD) factorial was used with 3 factors, the amount of treatment is 8, and each repeated 3 times. The first factor is the mycorrhizal biofertilizers with 2 levels namely without mycorrhizal biofertilizers and application mycorrhizal biofertilizers as much as 10,208 g/plant (35 spores mixture Glomus and Gigaspora). The second factor is inorganic fertilizer with 2 levels namely without inorganic fertilizer and application inorganic fertilizer with a reduction 50% of recommended doses. The third factor is the compost with 2 levels namely without application compost and composting as much as 12 kg/plot. The variables measured were incubation period, intensity of diseases, plant height and number of leaves. Data were analyzed using the F test, if the results were significantly different followed by Duncans Multiple Range Test (DMRT) 5%. The results showed that mycorrhizal biofertilizer gave the best effect, able to prolong the incubation period 13,77%, suppress intensity of moler disease 63,04%, have a potency to increase plant height 5,36%, and increase number of leaves 26,18% compared without mycorrhizal biofertilizers.
Kata kunciJenis pupuk, penyakit moler, pertumbuhan, bawang merah, Lahan ultisol
Pembimbing 1Ir. Darini Sri Utami, M.P.
Pembimbing 2Ir. Wiyantono, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2014-04-26 10:41:56.711837
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.