Artikel Ilmiah : F1D009037 a.n. BUNGA FEBRINASARI
| NIM | F1D009037 |
|---|---|
| Namamhs | BUNGA FEBRINASARI |
| Judul Artikel | WADAH MUSYAWARAH MASYARAKAT BADUY DALAM MEMPERJUANGKAN HAK ULAYAT SUKU BADUY SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN LEBAK |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini membahasa tentang ide-ide Politik Lingkungan. Pembatasan masalah penelitian ini pada upaya Wammby dalam memperjuangkan hak ulayat suku Baduy sebagai pelestarian lingkungan hidup, dan pengaruh perjuangnya terhadap kebijakan pemerintah terkait pelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Lebak. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menjelaskan secara deskriptif. Dalam pengambilan informan teknik yang digunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebagai upaya untuk keabsahan data digunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini membahas awal terbentuknya Wambby yang digagas oleh Kepala Desa Kanekes dan para aktivis luar Baduy yang peduli terhadap hak ulayat Baduy. Latar belakang munculnya Wammby adalah adanya kepentingan untu menjaga kawasan hak ulayat Baduy dari penyerobotan dan pencurian lahan oleh masyarakat luar Baduy. Kawasan hak ulayat Baduy dikenal sangat asri dan alami. Oleh sebab itu, 1,79% lahan hak ulayat Baduy menyumbang pelestarian lingkungan untuk Kabupaten Lebak. Alasan lain perlunya perlindungan di kawasan hak ulayat Baduy adalah karena terdapat hutan lindung sekitar 3000 hektar dan 120 DAS yang mengalir di kawasam tersebut. Oleh sebab itu, kawasan ulayat Baduy dapat dikatakan sebagi penyeimbang alam, apabila terjadi kerusakan maka akan berakibat pada wilayah Kabupaten Lebak bahkan hingga Serang dan Tangerang. Upaya yang dilakukan Wammby untuk memperjuangkan hak ulayat adalah dengan strategi advokasi. Dalam startegi advokasi Wammby tidak melakukan demontrasi atau pembangkangan namun, dengan cara pendidikan publik. Memberikan pemahaman pentingnya menjaga kawasan ulayat Baduy sehingaa muncullah perjuangan untuk mendapatkan Perda No. 32 Tahun 2001 tentang Perlindungan Hak Ulayat Baduy. pada proses perjuanganya Wammby memainkan peranya sebagi penghubung akses ke pemerintah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research discuss about Political Environment. Limitation of the research is on Wammby’s effort in his fight for right of Ulayat of Baduy Tribe as ecology conservation and also the other limitation is the influences of the struggle toward government policy concerning on ecology conservation in Lebak Regency. This research is conducted by using descriptive qualitative method. In this method, there are two types of collecting data source, namely purposing sampling and snowball sampling. Meanwhile, the data are collected through interview, observation and documentation in order to achieve the validity of the data which is used in triangulation The result of this research discusses the initial process of Wammby, which is formed by Village Chief of Kenakes and others Baduy activist. The background of Wammby is on business toward the right of Ulayat Baduy’s region from attempt of looting by people outside dictrict of Baduy. The right of Ulayat Baduy’s region is known as stunning and beautiful nature. On that case, 1,79% of the land of Ulayat Baduy has been contributing the ecology environment of Lebak Regency. The other reason why the right of Ulayat Baduy needs some protection because there are 3000 hectare of protected forests and also 120 DAS flow through the area. Ulayat Baduy area is a “nature balance maker”, if there are any detriment on the area, Lebak Regency, Serang and even Tangerang are about having bad impact. Advocation strategy is the only way for Wammby to fight for the right of Ulayat. By using advocation strategy, insurbordination is not indispensable in order to achieve the purpose of strategy, but public education is. The public education have some contributions in building the idea of protecting the area of Ulayat Baduy, and all the attempt provide Government Regulation No. 32 Year 2001 about The Protection of The Right of Ulayat Baduy. On the process of the struggle, Wammby has important role as access connector to the government. |
| Kata kunci | social movement, environmental governance, right of Ulayat Baduy |
| Pembimbing 1 | Oktafiani Catur P, S.IP.,M.A |
| Pembimbing 2 | Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 3 | Andi ALI Said A, S.IP., M.A |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2014-04-15 19:28:31.376573 |