Artikel Ilmiah : G1A009011 a.n. MINA RAHMANDA PUTRI

Kembali Update Delete

NIMG1A009011
NamamhsMINA RAHMANDA PUTRI
Judul ArtikelPENGARUH ANEMIA DAN KADAR TIMBAL (Pb) DARAH TERHADAP KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI PUSKESMAS 1 KEMBARAN PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Angka kejadian BBLR di Kabupaten Banyumas masih tinggi, pada tahun 2011 kasus BBLR dilaporkan sebanyak 1.389 kasus dari 27.058 kelahiran bayi. Di Puskesmas 1 Kembaran, angka kejadian BBLR mencapai 32 kasus dari 524 kelahiran bayi pada tahun 2011. Anemia pada kehamilan dan kadar Pb yang tinggi pada maternal dapat menyebabkan terjadinya kelahiran Bayi berat badan lahir Rendah (BBLR).
Tujuan: mengetahui pengaruh anemia dan Kadar timbal terhadap kejadian BBLR di Puskesmas 1 Kembaran.
Metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif yang melibatkan 60 ibu hamil yang memiliki data hasil pemeriksaan Hb dan kadar Pb pada kehamilan Trimester II.
Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 65,00% (≥10,5gr/dl) responden dengan status Hb normal, dan 35,00% (<10,5gr/dl) dengan anemia. Kadar Pb yang tinggi ditemukan pada 62,9% (≥25gr/dl) responden, sedangkan 37,1% memiliki kadar Pb normal (<25gr/dl). Analisis Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat anemia terhadap kejadian BBLR dengan X2=0,024 dan p=0,876 (p>0,05), serta tidak terdapat pengaruh kadar Pb yang tinggi terhadap kejadian BBLR dengan X2=1,978 dan p=0,160 (p>0,05).
Kesimpulan: tidak terdapat pengaruh anemia dan kadar Pb selama kehamilan terhadap kejadian BBLR di Puskesmas 1 Kembaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The incidence of low birth weight new born babies in Banyumas Regency was high, low birth weight new born babies was reported about 1.389 cases of 27.058 births in 2011. In Public Health Center 1 Kembaran, the incidence of low birth weight new born babies was reported about 32 cases of 524 births in 2011. Anemia gravidarum and blood lead levels in maternal are two risk factors related to low birth weight new born babies.
Aim: Determining the effect of anemia and blood lead levels (Pb) on the incidence of low birth weight babies in Public Health Center 1 Kembaran Purwokerto.
Methods: This research was an observational analytic, retrospective cohort study, which involving 60 pregnant women who had haemoglobin and blood lead levels data in the second trimester of pregnancy.
Result: The results of this study indicated that 65,00% (≥10,5gr/dl) respondent had normal haemoglobin status and 35,00% (<10,5gr/dl) had anemia. High blood lead levels was found in 62,9% (≥25gr/dl) of respondent. The result showed there was no significant difference in the occurence of low birth weight between anemic and non anemic pregnant women (X2=0,024; p=0,876). No significant difference in the occurance of low birth weight between normal and high blood lead level among pregnant women in Public Health Center 1 Kembaran (X2=1,978; p=0,160)
Conclusion: Neither anemia nor blood lead levels (Pb) have relation to the occurence of low birth weight new born babies in Public Health Center 1 Kembaran Purwokerto.
Kata kunciAnemia, Kadar Timbal, BBLR
Pembimbing 1dr. Agung SDL, M.Sc.PH
Pembimbing 2dr. Joko Mulyanto, M.Sc
Pembimbing 3dr. Herman Sumawan, Sp.OG., M.Sc
Tahun2014
Jumlah Halaman65
Tgl. Entri2014-04-13 12:33:22.289555
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.