Artikel Ilmiah : P2PA11026 a.n. ADITYA CHRISTIE WINDARDI, S.Si

Kembali Update Delete

NIMP2PA11026
NamamhsADITYA CHRISTIE WINDARDI, S.Si
Judul ArtikelSTRUKTUR KOMUNITAS HUTAN MANGROVE, ESTIMASI KARBON TERSIMPAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN SEGARA ANAKAN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu hutan mangrove yang ada di selatan Pulau Jawa adalah hutan mangrove Segara Anakan Cilacap. Kondisi hutan mangrove Segara Anakan berdasarkan beberapa penelitian menunjukkan pengurangan luas wilayah akibat dari aktivitas manusia seperti illegal logging, serta alih fungsi lahan menjadi tambak dan pertanian. Wilayah Sapuregel (Center East atau CE) dan Motean (Center West atau CW) merupakan dua wilayah hutan mangrove di Segara Anakan yang mulai mengalami degradasi akibat aktivitas penebangan liar. Kondisi tersebut berkaitan dengan struktur komunitas tumbuhan mangrove di dua wilayah tersebut. Kondisi struktur komunitas tumbuhan mangrove ikut mempengaruhi biomassa tumbuhan mangrove. Biomassa tumbuhan mangrove akan mempengaruhi jumlah karbon tersimpan dalam tumbuhan mangrove tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas hutan mangrove; mengestimasi karbon tersimpan; mengetahui perilaku masyarakat sekitar hutan mangrove; serta menganalisis hubungan antara struktur komunitas hutan mangrove, estimasi karbon tersimpan, dan perilaku masyarakat sekitar kawasan hutan mangrove di Segara Anakan Cilacap. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan lokasi stasiun di hutan mangrove dengan menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan data tumbuhan mangrove menggunakan teknik plot sampling. Pengambilan data perilaku menggunakan metode purposive sampling dilanjutkan dengan metode Snow Ball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi struktur komunitas hutan mangrove di wilayah CE (10 spesies, 478 individu, dan pola distribusi acak) masih lebih baik dibandingkan wilayah CW (8 spesies, 120 individu, dan pola distribusi acak). Estimasi karbon tersimpan di wilayah CE (20,1629 ton/ha) jauh lebih besar dibandingkan dengan karbon tersimpan di wilayah CW (5,2894 ton/ha). Perilaku masyarakat sekitar hutan mangrove di wilayah CE (80% berpengetahuan baik, 60% bersikap positif, dan 60% bertindak baik) memiliki kecenderungan ke arah baik, terutama tindakan menebang pohon yang sedikit (40%), serta sebaliknya perilaku masyarakat di sekitar wilayah CW (pengetahuan baik 40%, sikap positif 20%, dan tindakan baik 40%) memiliki kecenderungan ke arah yang buruk, terutama tindakan menebang pohon yang mencapai 60%. Secara umum, pengetahuan, sikap, dan tindakan yang baik dari masyarakat di sekitar wilayah CE cenderung mempengaruhi kondisi struktur komunitas hutan mangrove ke arah yang baik dan nilai karbon tersimpan yang besar; serta sebaliknya.
Abtrak (Bhs. Inggris)One of mangrove forests in southern part of Java Island is located in Segara Anakan Cilacap. Some researches show that there has been reduction in land width in Segara Anakan mangrove forest due to human activities such as illegal logging, changing function of land into prawn pond and farming. Sapuregel (Center East or CE) and Motean (Center West or CW) zones are two zones in Segara Anakan where land degradation has occurred due to illegal logging. This condition is influenced by the structure of mangrove communities that more or less determines the biomass of mangrove plants. The biomass will affect the amount of carbon stock in the plant. This research aims to find out the structure of mangrove communities; estimate the carbon stock; find out the behavior of people who live in the neighborhood; and analyze the relationship between the structure of mangrove communities, the carbon stock, and the behavior of people who live near mangrove forest in Segara Anakan Cilacap. This research implemented survey method. The location for the research was chosen using purposive sampling while for collecting the data on mangrove plant, it used plot sampling technique. To collect the data on behavior, this research applied purposive sampling method which was followed by snow ball method. The findings of this research show that the structure of mangrove communities in CE zone (10 in species number, 478 in individual number, and random distribution pattern) is better than that in CW zone (8 in species number, 120 in individual number, and random distribution pattern). Estimated carbon stock in CE zone (20.1629 ton/ha) is greater than that stored in CW zone (5.2894 ton/ha). The behavior (80% in good knowledge, 60% in positive attitude, and 60 in good action) of people who live near mangrove forest in CE zone is better and tends to be positive, proven by less wood cutting activities (40%). Meanwhile, the behavior of people in CW zone (40% in good knowledge, 20% in positive attitude, and 40% in good action) tends to be negative, especially proven by frequent wood cutting activities (60%). In general, good knowledge, attitude, and action from the people who live in CE zone are more likely to improve the structure of mangrove forest and increase the estimated carbon stock; and vice versa.
Kata kuncimangrove, stok karbon, perilaku masyarakat, Segara Anakan Cilacap
Pembimbing 1Dr. rer. nat. Erwin R.A., S.Si, M.Sc
Pembimbing 2Dr.rer.nat. Moh. Husein Sastranegara, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2014-04-10 09:33:40.696291
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.