Artikel Ilmiah : G1D010005 a.n. VENNY TRI HARLANI

Kembali Update Delete

NIMG1D010005
NamamhsVENNY TRI HARLANI
Judul ArtikelHUBUNGAN STATUS PENYAKIT DENGAN RESPON KECEMASAN PERPISAHAN PADA ANAK USIA TODDLER YANG DIRAWAT DI RSUD dr. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Anak yang menderita penyakit infeksi atau non infeksi menyebabkan kemungkinan dirawat. Proses perawatan di rumah sakit akan menimbulkan kecemasan perpisahan, terutama pada anak toddler. Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar anak dengan penyakit infeksi mengalami tahap protes dibandingkan dengan anak yang menderita penyakit non infeksi.
Tujuan: Mengidentifikasi hubungan status penyakit anak dengan respon kecemasan perpisahan pada anak usia toddler yang dirawat di RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Metode: Penelitian menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini menggunakan consecutive sampling dengan 25 responden. Data dikumpulkan melalui lembar observasi respon kecemasan dan rekam medis. Analisa data dengan uji Kolmogorov-smirnov.
Hasil: Penyakit infeksi diderita oleh 65,2 % responden, dan penyakit non infeksi diderita oleh 34,8 % responden. Kecemasan perpisahan yang dialami meliputi tahap protes (43,5% responden), tahap putus asa (34,8 % responden) dan tahap pelepasan (21,7 % responden). Hasil uji statistik hubungan status penyakit dengan respon kecemasan perpisahan menunjukkan nilai p = 0,647 (α > 0,05).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan bermakna antara status penyakit anak dengan respon kecemasan perpisahan anak usia toddler yang dirawat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Neither infected children nor non infected children possible to be hospitalized. Hospitalization my result in separation anxiety, spesifically among toddler. Empirical fact shows that infected children more perform protest phase than non infected children.
Purpose: This research was to investigate relationship between disease and separation anxiety response among hospitalized children at RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Method: A cross sectional design was used to study 25 respondents which was selected by consecutive sampling. Collected data from observation and medical records were analyzed by Kolmogorov-smirnov test.
Result: Children experienced both infection and non infection disease by 65,2 % and 34,8 % respectivaly. Respondents expressed protest phase (43.5%), despair phase (34.8%), and denial phase (21.7%). Hypotesis testing resulted p = 0.647 α > 0.05).
Conclusion: There is no relationship between disease status and separation anxiety response among hospitalized toddler at RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Kata kunciKecemasan perpisahan, Status penyakit, Toddler.
Pembimbing 1Haryatiningsih Purwandari
Pembimbing 2Acik Yuli Purwanti
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman87
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.