Artikel Ilmiah : G1D010033 a.n. RETNA SUSIANA

Kembali Update Delete

NIMG1D010033
NamamhsRETNA SUSIANA
Judul ArtikelPERBEDAAN LAMA KONSENTRASI ANAK DENGAN ADHD SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN SENAM RITMIK DI RSUD BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar belakang: Anak dengan ADHD memiliki tiga gejala khas yaitu inatensi, hiperaktifas, dan impulsivitas. Inatensi atau kurang perhatian dapat mengganggu anak dalam proses akademik. Konsentrasi adalah pemusatan perhatian yang berkelanjutan terhadap suatu hal. Senam ritmik telah terbukti dapat mempengaruhi konsentrasi pada anak normal karena dapat menyeimbangkan belahan otak kanan dan kiri.
Tujuan: Mengidentifikasi perbedaan lama konsentrasi pada anak dengan ADHD sebelum dan sesudah diberikan senam ritmik di RSUD Banyumas.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre experiment dengan pre dan post test tanpa kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 11 responden. Sampel harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian diberi senam ritmik selama 5-6 hari berturut-turut dan diukur lama konsentrasinya menggunakan lembar observasi dan stopwatch.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan lama konsentrasi anak dengan ADHD sebelum dan sesudah diberikan senam ritmik di RSUD Banyumas. Uji statistik t-test berpasangan menunjukan p value > 0,05 (p value = 0,280).
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang signifikan lama konsentrasi pada anak dengan ADHD sebelum dan sesudah diberikan senam ritmik di RSUD Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Children with ADHD has three specific symptoms that is inattention, hiperactivity, and impulsivity. Inattention can distrub children in academic process. Concentration is an continum attention for something. Rhythmic gymnastic has proven able to influence concentration in normal children because it balances the both brain hemisphere.
Purpose: This research aims to determine the difference of concentration in children with ADHD before and after given rhythmic gymnastic in Banyumas.
Method: This research used a design pre experiment with pre and posttest design without control group. Sampling used consecutive sampling. Samples that used in this research were 11 respondendents. Respondents were persons who included in the inclusion and exclusion criteria, it was given rhythmic gymnastic for 5-6 day then concentration was measured by observation and stopwatch.
Results: Result showed there was no signifficant difference concentration in children with ADHD before and after given rhythmic gymnastic. Paired t test showed p value > 0,05 (p value = 0,280).
Conclusion: There was no significant difference of concentration in children with ADHD before and after given rhythmic gymnastic in Banyumas.
Kata kuncisenam ritmik, konsentrasi, anak dengan ADHD
Pembimbing 1Dian Ramawati, S.Kep., Ns., M.Kep.
Pembimbing 2Acik Yuli Purwanti, S.Kep., Ns.
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman74
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.