Artikel Ilmiah : H1D008055 a.n. RADITYA ISWARA

Kembali Update Delete

NIMH1D008055
NamamhsRADITYA ISWARA
Judul ArtikelANALISIS IMBANGAN AIR DI BENDUNG NOTOG KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah Merupakan daerah yang sebagian besar wilayahnya merupakan areal pertanian. Sungai Pemali di bendung oleh bendung Notog yang dibangun pada tahun 1893 dengan luas daerah aliran sungai (DAS) 1343,62 Km2, dan mengairi luas areal irigasi 25.801 Ha pada saat ini. Bangunan air yang telah lama didirikan ini sudah tidak dapat mengairi areal irigasi secara optimal.
Oleh karena itu diperlukan analisis imbangan air mengenai ketersediaan dan kebutuhan air pada bendung Notog tersebut. Kebutuhan air di hitung dengan memperhatikan pola tanam, evapotranspirasi, curah hujan, kondisi iklim dan jenis tanaman yang tumbuh pada areal irigasi tersebut. Untuk analisis ketersediaan air dilakukan analisis menggunakan metode F.J Mock dengan membandingkan hasil debit simulasi Mock dengan debit observasi yang ada.
Dari hasil perhitungan kebutuhan dan ketersediaan air, dapat di simpulkan, pada bulan Januari s/d Oktober kebutuhana air terpenuhi karena debit sungai melebihi kebutuhan irigasi (surplus), namun pada bulan November dan Desember kebutuhan air irigasi tidak mencukupi karena debit sungai tidak mampu memenuhi kebutuhan irigasi (defisit). Berdasarkan observasi di ketahui debit yang dialirkan selalu kurang memenuhi kebutuhan walaupun kondisi air dalam keadaan surplus. Oleh karena itu ini diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kehilangan air dan optimasi irigasi.

Kata Kunci: bendung, irigasi, Daerah Aliran Sungai, imbangan air
Abtrak (Bhs. Inggris)Brebes Regency at Central Java is a regency which has large agricultural area. Pemali river at the weir by Notog weir built in 1893 with an area of the watershed (DAS) 1343.62 km2, and irrigate 25.801 Ha of irrigation area at this time. The hydraulic structure has long been established, it has been unable to irrigate optimally irrigated area. It seems from the lack of water irrigation at several irrigation areas.
It is necessary to analyze the water balance of the supply and demand of water in the Notog weir. Water demand is calculated by observing the the cropping pattern, evapotranspiration, precipitation, climatic conditions, and the type of plants are grown in the irrigated area. For the analysis of water availability, performed analysis using F.J Mock method with comparing the discharge of Mock simulations with the existing observed discharge.
From the calculation of water requirements and availability can be concluded, in January s / d in October water needs can be fulfill, because the river discharge exceeds the irrigation requirement (surplus), but in November and December insufficient irrigation water requirement because river discharge is not able to fulfill needs of irrigation (deficit). By the observation, the irrigation areas always getting lack of water in June s/d october, although the water in surplus conditions. It is requires more research regarding water loss and irrigation optimization.

Keywords: weirs, irrigation, watershed, water balance.
Kata kuncibendung, irigasi, Daerah Aliran Sungai, imbangan air
Pembimbing 1Sanidhya Nika Purnomo S.T.,M.T.
Pembimbing 2Wahyu Widiyanto S.T.,M.T.
Pembimbing 3-
Tahun2014
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.