Artikel Ilmiah : B1J009079 a.n. FITIA FATIKKA RACHMAN

Kembali Update Delete

NIMB1J009079
NamamhsFITIA FATIKKA RACHMAN
Judul ArtikelKOMUNITAS SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI LAHAN SAYURAN ORGANIK DAN INTENSIF
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pengelolaan lahan pertanian intensif dan organik diduga mempengaruhi keanekaragaman serangga salah satunya Famili Formicidae (Semut). Famili Formicidae (semut) dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas lingkungan karena semut merupakan kelompok serangga yang paling dominan di habitat terestrial. Selain itu, semut juga memiliki kepekaan terhadap tekanan yang ada di lingkungannya, sehingga dapat digunakan sebagai indikator gangguan habitat dan juga indikator pengaruh aplikasi pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan semut pada lahan yang berbeda, yaitu lahan pertanian organik dan intensif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei dengan teknik pengambilan sampel sistematik mengikuti line transek. Setiap line transek dibagi menjadi 5 kuadran. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan pitfall trap. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali. Parameter yang dihitung adalah jumlah individu dan jumlah spesies. Parameter lain yang diukur adalah temperatur, pH, dan kelembaban tanah. Variabel yang diamati adalah kelimpahan dan keragaman semut pada dua lahan yang berbeda. Data dianalisis menggunakan Indeks Keragaman berdasarkan Margurran (1985), yaitu Indeks Shannon-Wiener dan Indeks Kesamaan Morista-Horn. Sedangkan kelimpahan dianalisis menggunakan Uji T-test pada tingkat kesalahan 10 dan 20%. Total semut yang didapat adalah 336 individu, 38 spesies dan 3 subfamilia. Berdasarkan indeks Shanon-Wienner, keragaman semut di lahan sayuran organik dan intensif masing-masing adalah (H’) 1,9 dan (H’) 2,1. Hasil tersebut menunjukkan keragaman spesies pada kedua lahan tidak berbeda nyata, yang dapat disebabkan praktek intensifikasi lahan yang belum lama serta penggunaan pestisida dan pupuk buatan yang tidak intens pada lahan sayuran intensif desa Melung. Hasil yang sama juga didapat pada kelimpahan semut di kedua lahan menggunakan uji t (-0,725 < 0,235). Indeks Morisita-Horn menunjukkan kesamaan semut pada kedua lahan sebesar 68%.



Abtrak (Bhs. Inggris)Melung is one of the agrotourism villages that applies organic and intensive farming. Generally farmers manage the land by using organic and intensive agricultural systems. Organic and intensive land management systems may affect soil insect diversity and abundance, especially ants. The objectives of this research were (1) to distinguish ant diversity in organic and intensive land and (2) to distinguish ant abundance in organic and intensive land. Samplings were conducted in May and July 2013. Ants were collected using five pitfall traps per land with a systematic line transect. Ants were identified up to the level of genus. The total density of ants was 336 individuals, 38 species and 3 subfamilies (Myrmicinae, Formicinae and Ponerinae). Anoplolepis sp. was a dominant ant species on both lands. Shanon-Wienner Index (H’) showed that ant diversity in organic land was 1,9 and the ant diversity in intensive land was 2,1. The results showed that species diversity in organic and intensive land was not significantly different. The same result was showed in the species abundance with t-test (-0,725 < 0,235). Similarity index Morisita-Horn showed that ant similarity in organic and intensive land was 68%.
Kata kunciKata kunci: Komunitas semut, komposisi semut, kelimpahan dan keragaman semut, lahan organik dan intensif.
Pembimbing 1Drs. Edi Basuki, Ph.D
Pembimbing 2Drs. Hery Pratiknyo, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2014
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.